Istri yang Selalu Kurang: Utang yang Diam-Diam Menumpuk (2)

Senin 16-03-2026,09:00 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

“Kamu pinjam uang sebanyak itu tanpa bilang aku?” akhirnya ia bertanya.

“Aku cuma ingin kita hidup lebih nyaman,” jawab Bulan dengan suara kecil. “Aku tidak mau selalu merasa kekurangan.”

Bintang menutup matanya sebentar.

Selama ini ia bekerja keras setiap hari, berpikir ia sedang menjaga keluarganya tetap aman. Ternyata di saat yang sama, lubang besar sedang terbuka diam-diam di bawah kaki mereka.

“Nyaman itu bukan berarti kita harus terlihat punya semuanya,” katanya pelan. “Nyaman itu berarti kita tidur tanpa takut ditagih orang.”

Bulan tidak menjawab.

Untuk pertama kalinya, ia melihat wajah suaminya bukan sebagai orang yang terlalu pelit atau terlalu berhitung—tetapi sebagai seseorang yang benar-benar takut masa depan mereka runtuh.

Di meja ruang tamu, tumpukan paket belanja masih terbuka.

Namun untuk pertama kalinya, Bulan tidak merasa senang melihatnya.

Karena kini ia mulai menyadari sesuatu yang selama ini ia abaikan:

Belanja memang memberi rasa bahagia sesaat.

Tapi utang selalu datang lebih lama dari rasa senang itu.

Dan di rumah kecil mereka, utang itu kini sudah mulai mengetuk pintu.

Kategori :