Istri yang Selalu Kurang: Utang yang Diam-Diam Menumpuk (2)
-Ilustrasi-
AWALNYA Bintang tidak benar-benar menyadari.
Ia hanya merasa uang selalu habis lebih cepat dari biasanya. Gaji yang dulu cukup sampai akhir bulan kini sering tinggal sisa kecil bahkan sebelum tanggal dua puluh. Setiap kali bertanya, Bulan selalu punya jawaban yang terdengar masuk akal.
“Buat kebutuhan rumah.”
“Anak butuh ini.”
“Atap bocor kemarin.”
Bintang mencoba percaya. Ia tidak ingin menjadi suami yang selalu mencurigai istrinya sendiri.
Namun suatu sore, saat Bintang sedang bekerja, ponselnya berdering. Nomor tidak dikenal.
“Pak Bintang?” suara di seberang terdengar formal. “Kami dari bagian penagihan kartu kredit. Pembayaran bulan ini sudah melewati jatuh tempo.”
Bintang terdiam beberapa detik. “Maaf, sepertinya ada salah paham. Saya selalu bayar.”
“Tagihan atas nama Ibu Bulan, Pak. Tapi nomor daruratnya nomor Bapak.”
Perut Bintang terasa dingin.
Malam itu, ketika Bulan sedang membuka paket belanja baru di ruang tamu, Bintang duduk di depannya dengan ponsel di tangan.
“Ini apa?” tanyanya pelan.
Bulan melihat layar itu dan langsung mengerti.
Sumber:





