"Para tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan damai di tengah masyarakat. Momentum hari-hari besar keagamaan ini harus menjadi penguat persaudaraan," tuturnya.
Ia menambahkan, setiap perayaan keagamaan membawa nilai universal bagi kehidupan sosial. Nyepi mengajarkan refleksi diri, Idulfitri menekankan saling memaafkan, sementara Paskah membawa pesan harapan dan kasih.
BACA JUGA:Pernah Raih Beasiswa Kemenag Saat Magister dan Doktoral, Senator Lia Ungkap Apresiasi
Jika nilai-nilai itu terus disampaikan kepada masyarakat, Menag optimistis kerukunan dan persatuan bangsa akan semakin kuat.
Secara terpisah, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
"Perbedaan bukan sesuatu yang harus mengarah pada perpecahan. Kita perlu terus menggalang persatuan dan kerukunan untuk menghadapi berbagai tantangan," tegas Prabowo.
Sejalan dengan semangat tersebut, Kementerian Agama juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1447 H yang juga memuat panduan penyelenggaraan ibadah serta program Masjid Ramah Pemudik selama musim mudik Lebaran.(Ain)