Kondisi Jalan Nasional Lumajang-Turen di Sukodono Membahayakan Pengendara Jelang Mudik
Kondisi ruas jalan nasional Lumajang–Turen di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, yang berlubang dan dipenuhi kerikil sehingga dinilai membahayakan pengendara.-Agus Sucipto-
LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kondisi jalan nasional ruas Lumajang–Turen di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, menuai sorotan publik setelah viral di media sosial. Kerusakan jalan dinilai membahayakan pengendara, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026.
BACA JUGA:Antisipasi Arus Mudik dan Wisata, Lumajang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan berlubang dengan permukaan bergelombang. Di beberapa titik terlihat bekas tambal sulam, namun bagian tersebut kembali rusak dan material kerikil berserakan di badan jalan.

Mini Kidi Wipes.--
Kondisi ini dinilai berisiko bagi pengguna jalan. Kerikil bahkan hampir menutupi sebagian badan jalan, terutama di akses traffic light simpang empat menuju Desa Dawuhan Lor yang berada di jalur menikung.
Sebelumnya, perbaikan jalan disebut sebagai bagian dari perawatan berkala. Seorang pekerja di lapangan menyebut bahan tambalan menggunakan aspal hasil kerukan dari ruas jalan di Kecamatan Kedungjajang.
Bahan tersebut dicampur dengan lem emulsi yang diklaim mampu merekatkan material tambalan. Namun, hasil di lapangan dinilai tidak bertahan lama dan kembali rusak.
Para pekerja juga menyebut seorang koordinator bernama Yanto sebagai pihak yang memberikan arahan dalam proses pengerjaan tersebut.
Saat melakukan perbaikan, pekerja menggunakan kendaraan roda tiga sebagai alat angkut bahan. Aspal bekas kerukan dibungkus menggunakan karung beras, sementara lem perekat dikemas dalam jerigen berkapasitas lima kilogram. Peralatan yang digunakan antara lain sekop, alat keruk manual, dan sapu lidi.
“Memang arahannya begitu, Pak,” ujar salah seorang pekerja sebelum meninggalkan lokasi.
Sejumlah pengguna jalan menyayangkan metode perbaikan tersebut. Mereka menilai tambal sulam yang dilakukan tidak bertahan lama dan cepat kembali rusak.
“Di depan Embong Kembar, pagi diperbaiki, sorenya sudah rusak lagi,” kata Hadi, warga setempat.
Terpisah, Yanto yang disebut sebagai koordinator menjelaskan bahwa pengerjaan tersebut merupakan penanganan sementara.
Menurutnya, kualitas material yang digunakan hampir sama dengan hotmix, sembari menunggu tim patching melakukan perbaikan menggunakan aspal hotmix.
Sumber:




