Ketika Penyakit Mengubah Segalanya: Ketika Kekuatan Mulai Habis (2)

Kamis 12-03-2026,09:00 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

BEBERAPA bulan pertama, Bulan masih kuat.

Ia bangun lebih pagi dari biasanya, menyiapkan sarapan, mengurus anak, lalu berangkat bekerja. 

Setelah pulang, ia langsung menuju rumah sakit atau klinik tempat Bintang menjalani terapi. Malam hari, ia kembali mengurus rumah sebelum akhirnya tertidur dengan tubuh yang hampir tidak punya tenaga.


Mini Kidi Wipes.--

Awalnya semua orang memuji.

“Kamu perempuan yang kuat.”

“Tidak semua istri bisa setia seperti kamu.”

Namun tidak ada yang melihat satu hal: kekuatan juga punya batas.

Tagihan rumah sakit semakin sering datang. Tabungan yang dulu terasa aman kini hampir habis. Beberapa barang di rumah mulai dijual diam-diam. Motor pertama yang mereka beli bersama, lalu perhiasan kecil yang dulu diberikan Bintang saat ulang tahun pernikahan.

Suatu malam, ketika Bulan sedang menghitung sisa uang di meja makan, Bintang memperhatikannya dari kursi roda.

“Kalau aku tidak sakit, hidup kita tidak akan seperti ini,” katanya pelan.

Bulan berhenti menghitung. “Jangan bicara begitu.”

“Tapi itu kenyataannya.”

Kalimat itu tidak terdengar seperti keluhan. Lebih seperti penyerahan.

Hari-hari berikutnya menjadi semakin berat. Bintang mulai sering merasa putus asa. Ia mudah tersinggung, bahkan kadang meluapkan kemarahannya pada hal-hal kecil.

Kategori :