SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Keberadaan sekitar 7.000 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur yang bekerja di kawasan Timur Tengah memerlukan perhatian. Pascab-memanasnya konflik antara Iran dengan koalisi Amerika Serikat dan Israel. Situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan keselamatan para pekerja migran asal Jatim. Mengingat ribuan PMI asal Jawa Timur masih bekerja di negara-negara kawasan tersebut.
BACA JUGA:Waspadai Lonjakan Inflasi Dampak Konflik Timur Tengah, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Pasar Murah
Mini Kidi Wipes.--
“Keselamatan warga Jawa Timur yang bekerja di luar negeri harus menjadi prioritas,” kata Wara Sundari Renny Pramana anggota Komisi E DPRD Jatim.
Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat, KBRI, serta instansi terkait untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman.
BACA JUGA:Siaga Konflik Timur Tengah, BP3MI Jawa Timur Siapkan Skema Evakuasi PMI Asal Jatim
Bunda Wara menegaskan, pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipatif, termasuk pemetaan lokasi para PMI serta skenario evakuasi apabila situasi konflik semakin memburuk. “Pemprov harus memastikan data PMI asal Jatim yang berada di Timur Tengah benar-benar terupdate. Jika situasi tidak kondusif, langkah-langkah evakuasi harus sudah dipersiapkan sejak dini,” tegasnya.
Bunda Wara juga menambahkan, perlindungan terhadap PMI tidak hanya dilakukan saat terjadi krisis, tetapi juga harus dimulai sejak proses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
“PMI adalah pahlawan devisa yang memberikan kontribusi besar bagi daerah dan negara. Karena itu negara, termasuk pemerintah daerah, harus hadir memberikan perlindungan maksimal bagi mereka,” pungkas politisi Daerah Pemilihan (Dapil) Keduri ini.
Gempur Rokok Ilegal.--
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), terdapat sekitar 7.000 PMI asal Jawa Timur yang bekerja di kawasan Timur Tengah, dengan jumlah terbesar berada di Arab Saudi, Turki, dan Qatar.
Meski sebagian besar PMI tidak berada langsung di wilayah konflik, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat terjadi akibat eskalasi geopolitik di kawasan tersebut. (day)