Perjalanan Marry Diana Menjemput Cahaya Islam, Dawai Hidayah dalam Al-Fatihah

Rabu 04-03-2026,08:00 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Selain itu, ia juga mengaku terkesan dengan konsistensi umat muslim di seluruh dunia yang mempelajari Alquran dalam bahasa aslinya, yakni bahasa Arab. 

BACA JUGA:Sujud Teduh Putri Pendeta Gereja Bethany, Jemput Hidayah Lewat Kepolosan Sang Buah Hati

Baginya, hal tersebut menjamin kandungan kitab suci tetap terjaga kemurniannya. 

“Kitab suci lain mengalami penerjemahan dan ada yang terjadi perubahan hukum. Sementara umat Muslim di seluruh dunia mempelajari Alquran dalam bahasa Arab, sehingga kemurniannya terjaga,” ujarnya.

BACA JUGA:Perjalanan Fransiskus Hermawan Priyono Menjadi Imam Keluarga, Tangis Bahagia di Sajadah Subuh

Meski telah resmi menjadi muslimah pada 2010, tantangan baru muncul saat ia mulai mempelajari Alquran, khususnya ketika harus mengenal huruf hijaiyah. 

BACA JUGA:Ikhtiar Icha Yustin Kwandou Mendalami Makna Tauhid, Antara Restu Ibu dan Panggilan Kalbu

Menginjak usia dewasa, Marry sempat merasa malu jika harus belajar mengaji bersama anak-anak kecil di Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

“Sempat mencoba belajar mandiri lewat video YouTube untuk mengenal huruf Alif, Ba, Ta. Tapi saya merasa tidak maksimal,” tuturnya mengenang masa-masa awal belajar.

BACA JUGA:Perjalanan Iman dan Toleransi Tanjaya, Cahaya Hati di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya

Titik balik perjuangannya terjadi saat ia menemukan program pembelajaran Alquran khusus dewasa bernama QATADA di Surabaya.

Marry menyadari sepenuhnya bahwa menjadi seorang muslim tidaklah cukup hanya dengan bersyahadat, namun harus dibekali dengan pemahaman fikih, tata cara salat yang benar, serta kemampuan membaca Alquran dengan fasih.

BACA JUGA:Kisah Sejuk Liana Wardani, Islam dan Meja Makan Lintas Iman

“Alhamdulillah, setelah belajar dua tahun di QATADA, sekarang bisa membaca Alquran dengan mengikuti tajwid panjang dan pendeknya dengan benar,” ucapnya dengan nada syukur.

Meski kini telah lancar membaca Alquran, Marry merasa proses belajarnya tidak boleh berhenti. 

BACA JUGA:Labuhan Terakhir Ismail, Dari Taiwan Menjemput Cahaya Islam di Sidoarjo

Kategori :