new idulfitri

Perangi Peredaran Rokok Ilegal, DJBC Jatim I Andalkan Sinergi Informasi dan Edukasi Publik

Perangi Peredaran Rokok Ilegal, DJBC Jatim I Andalkan Sinergi Informasi dan Edukasi Publik

Kepala Kanwil DJBC Jatim I, Rusman Hadi, membeberkan kunci menekankan peredaran rokok non legal. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur I menegaskan bahwa upaya menekan peredaran rokok ilegal tidak semata-mata bergantung pada peningkatan penindakan, tetapi juga melalui penguatan edukasi dan intelijen di lapangan.

BACA JUGA:Pemkab Situbondo Optimalkan DBHCHT untuk Tekan Peredaran Rokok Ilegal


Mini Kidi Wipes.--

Kepala Kanwil DJBC Jatim I, Rusman Hadi, menyampaikan bahwa pihaknya tidak menargetkan jumlah penindakan secara kuantitatif. Sebaliknya, fokus diarahkan pada pengembalian fungsi intelijen serta peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak mengonsumsi rokok ilegal.

"Kalau kegiatan ilegalnya menurun, otomatis penindakan juga akan menurun. Itu yang kita harapkan, sehingga peredaran rokok ilegal bisa ditekan," ujar Rusman, Senin, 30 Maret 2026.

BACA JUGA:Polres Madiun Kota Bongkar Jaringan Pengemasan Jutaan Batang Rokok Ilegal di Dua Lokasi


Gempur Rokok Ilegal -----

Ia menjelaskan, Bea Cukai secara rutin menggelar operasi pasar (opsar) yang menyasar toko dan kios sebagai jalur distribusi rokok ilegal. Selain itu, terdapat pula operasi berbasis target yang dilakukan berdasarkan pemetaan wilayah produksi dan distribusi.

Menurut Rusman, Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat produksi rokok, namun konsumsi terbesar justru berada di luar daerah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Hal ini menyebabkan penindakan di luar Jawa cenderung memiliki volume besar meski frekuensinya lebih sedikit.

"Di Jawa frekuensi penindakan tinggi, tapi nilainya kecil. Sementara di luar Jawa, volumenya besar karena itu daerah konsumsi," jelas Rusman. 

BACA JUGA:Kanwil DJBC Jatim II Selamatkan Uang Negara Rp79,4 Miliar, 3,2 Jutaan Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan

Ia juga mengungkapkan bahwa rokok ilegal selama ini identik dengan harga murah dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat di wilayah pesisir maupun perkebunan. Karena itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal agar memutus rantai produksi.

"Kalau tidak ada yang mengonsumsi, produsen juga tidak akan memproduksi," tegasnya.

BACA JUGA:Narkoba Hingga Rokok Ilegal Dimusnahkan Kejari Pasuruan untuk Penegakan Hukum

Sumber:

Berita Terkait