KABAR itu tidak tinggal di antara Bintang dan Bulan saja. Dalam keluarga besar, rahasia hampir selalu punya jalan sendiri untuk keluar.
Awalnya hanya ibunya Bintang yang tahu. Ia datang ke rumah suatu sore dengan wajah serius, duduk di ruang tamu sambil menatap Bulan lama sekali sebelum akhirnya berkata, “Bulan, Ibu dengar kalian sedang bicara soal menikah lagi.”
Bulan tidak menjawab langsung. Ia sudah lelah menjelaskan sesuatu yang bahkan belum ia terima sepenuhnya.
Mini Kidi Wipes.--
“Ibu tidak ingin kamu merasa disingkirkan,” lanjut ibu Bintang. “Tapi kamu juga harus mengerti posisi Bintang.”
“Posisi apa, Bu?” tanya Bulan pelan.
“Dia anak laki-laki satu-satunya. Keluarga ini butuh penerus.”
Kalimat itu terasa seperti keputusan yang sudah diambil tanpa dirinya.
Malam itu, keluarga Bulan juga akhirnya tahu. Kakaknya langsung bereaksi keras. “Kamu serius mau terima ini?” katanya dengan suara tinggi. “Kalau dia mau menikah lagi, berarti dia harus berani kehilangan kamu.”
Bulan hanya duduk diam. Ia merasa seperti sedang ditarik dari dua arah: keluarga suaminya yang bicara soal keturunan, dan keluarganya sendiri yang bicara soal harga diri.
Di tengah semua suara itu, Bintang merasa semakin terpojok.
“Aku cuma ingin solusi,” katanya suatu malam pada Bulan. “Semua orang jadi ikut campur.”
“Karena ini bukan keputusan kecil,” jawab Bulan tenang. “Ini hidup kita.”
Beberapa hari kemudian, makan malam keluarga berubah menjadi ruang sidang tidak resmi. Paman, bibi, bahkan sepupu ikut memberi pendapat.
“Ada kok yang hidup rukun dengan dua istri,” kata seorang paman Bintang.