JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sebanyak 147 lansia dari 204 jamaah prioritas haji di Kabupaten Jember gagal berangkat ke Tanah Suci karena terkendala administrasi dan syarat istithaah kesehatan meski mendapat alokasi kuota 5 persen, Senin 2 Maret 2026.
Kebijakan Haji Ramah Lansia yang memberikan kuota khusus 5 persen bagi lansia belum sepenuhnya berjalan mulus di daerah tersebut.
Mini Kidi Wipes.--
Dari 204 lansia yang masuk daftar prioritas, hanya 57 orang yang dipastikan berangkat tahun ini.
“Di Jember, dari 204 lansia yang masuk prioritas, hanya 57 orang yang dipastikan berangkat. Sisanya belum bisa melunasi karena berbagai kendala yang cukup kompleks,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jember, Nur Sholeh.
BACA JUGA:Lunas Bipih Bukan Jaminan, 141 Jemaah Haji Cadangan Asal Jember Masih Menanti Kepastian
Secara nasional, prioritas diberikan kepada jamaah berusia 84 tahun ke atas atau kelahiran 1941 sesuai regulasi terbaru, termasuk Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang mengalokasikan kuota 5 persen per provinsi bagi lansia.
“Mereka yang sudah mendaftar 5 hingga 6 tahun lalu diberikan hak berangkat tahun ini melalui jalur 5 persen tersebut,” jelas Nur Sholeh.
Namun, verifikasi akhir tetap dilakukan secara ketat.
Gempur Rokok Illegal--
Selain pengecekan jamaah yang meninggal dunia, penundaan mandiri, dan kesalahan identitas, faktor paling krusial adalah syarat istithaah kesehatan.
“Verifikasi ini menyangkut nyawa dan kelancaran ibadah. Walaupun biaya haji sudah lunas, jika tim medis menyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan, maka keberangkatan terpaksa dibatalkan,” tegasnya.
Di sisi lain, Kabupaten Jember mencatat pelunasan haji tertinggi di Jawa Timur dengan angka akumulatif mencapai Rp398 juta per jamaah.
Total kuota Jember meningkat dari 2.854 menjadi 2.920 jamaah, termasuk cadangan yang menunggu pembagian kelompok terbang (kloter).
BACA JUGA:Kapolres Jember Awasi Langsung Tes Urine Massal Pejabat Utama, Hasilnya Mengejutkan!
Kloter 91 hingga 97 diisi penuh jamaah asal Jember.
Kloter 90 gabungan dengan Kabupaten Situbondo.
Kloter 98 gabungan dengan Kabupaten Lumajang.
Keberangkatan perdana melalui Kloter 91 dijadwalkan pada 14–16 Mei 2026.
Sebanyak 147 lansia yang belum dapat berangkat diharapkan tetap bersabar menanti musim haji berikutnya. (Fbr)