SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di sela kesibukan kuliah dan aktivitas sosialnya, senyum Intan Nihayah tak pernah lepas. Mahasiswi berusia 21 tahun yang akrab disapa Naya ini berhasil menapaki salah satu panggung impiannya di ajang Putri Indonesia 2026. Bagi Naya, langkahnya bukan sekadar tentang mahkota, melainkan tentang makna.
Tinggi semampai 168 sentimeter, Naya memang lekat dengan dunia modelling. Namun, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Brawijaya itu menegaskan, keikutsertaannya dalam ajang Putri Indonesia berangkat dari dorongan yang lebih dalam.
BACA JUGA:Mengenal Sosok Ainin Model Berbakat Peraih Gelar Putri Kartini Jatim dan Glamour of Models
Mini Kidi Wipes.--
"Bagi saya, Putri Indonesia bukan sekadar ajang kecantikan, tetapi platform besar untuk belajar, mengembangkan potensi, sekaligus menyuarakan nilai-nilai yang saya perjuangkan," ucap Naya.
Nilai-nilai yang dimaksud bukan tanpa arah. Naya membawa misi pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, dan penguatan kepercayaan diri generasi muda. Ia percaya, kecantikan sejati tidak berhenti pada tampilan fisik, melainkan lahir dari karakter, empati, dan keberanian untuk membawa perubahan positif.
BACA JUGA:Sosok Ipda Indra Suprihatin, Kasi Humas Ramah dan Cekatan Layani Wartawan Magetan
Langkahnya di ajang tersebut pun berbuah manis. Naya sukses meraih posisi 3rd Runner Up sekaligus menyandang gelar Puteri Indonesia Jatim Persahabatan 2026. Predikat persahabatan itu menjadi bukti bahwa kehangatan dan kemampuannya membangun relasi sama kuatnya dengan prestasi yang ia torehkan di atas panggung.
Tak hanya itu, Naya juga pernah menjadi Finalis Duta Bahasa Jawa Timur 2025 dan Winner Duta FISIP Brawijaya 2024. Kemampuannya dalam public speaking juga teruji lewat capaian Top 10 Speech G20 BI-Stronger Fest Competition se-Indonesia serta 1st Runner Up Speech Pepabri Competition. Tak hanya itu, ia meraih Juara 3 Lomba Opini Nasional BPPM Balairung UGM 2023.
Gempur Rokok Illegal--
Di balik deretan penghargaan tersebut, ada satu gerakan yang lahir dari kegelisahan sekaligus kepeduliannya. Naya adalah penggagas dan founder PresenSelf, sebuah komunitas pemberdayaan perempuan yang fokus pada confidence building, public speaking, body language, hingga etika berpenampilan di ruang publik.
"Saya ingin perempuan berani tampil, berani bersuara, dan tahu bagaimana membawa dirinya dengan baik di ruang publik," tutur Naya.
Keseharian Naya tak pernah sepi aktivitas. Selain menjalani perkuliahan di kampus, ia aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan, kegiatan literasi, dan edukasi publik. Ia juga menjadi pengajar public speaking untuk anak-anak usia 5 hingga 14 tahun, usia yang menurutnya sangat krusial dalam membangun fondasi percaya diri.
BACA JUGA:Lebih Dekat dengan Sosok Aipda Agus, Polisi Desa yang Sukses Jadi Peternak Domba
Di sela itu, ia tetap menekuni dunia modelling serta terlibat dalam berbagai kampanye sosial dan pelatihan kepemudaan. Media sosial pun ia manfaatkan sebagai ruang berbagi. Konten-konten edukatif tentang komunikasi, pengembangan diri, hingga pesan-pesan positif rutin ia bagikan.