JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Jawa Timur mengungkap penyebab ambruknya sejumlah jembatan di Kabupaten Jember setelah diterjang banjir ekstrem. Ketinggian konstruksi atau elevasi jembatan dinilai tidak lagi memadai menampung lonjakan debit air.
BACA JUGA:Jember Berduka: Korban Banjir Melonjak ke 7.249 KK, 3 Jembatan Putus Total
Kepala DPU Bina Marga Jawa Timur Edy Tambeng Widjaja mengatakan, rata-rata jembatan yang roboh memiliki posisi relatif rendah sehingga terseret arus saat banjir besar melanda.
Mini Kidi--
“Penyebab rata-rata karena banjir besar kemarin. Jembatan yang posisinya pendek dan rendah terseret arus hingga roboh,” ungkap Edy, Senin 16 Februari 2026.
Ia menjelaskan, secara teknis struktur bangunan jembatan tidak mengalami kegagalan konstruksi. Namun, desain elevasi sebelumnya tidak diproyeksikan untuk mengantisipasi debit air dalam kondisi cuaca ekstrem yang melampaui batas normal.
BACA JUGA:Akselerasi SITASKIN Jember Kolaborasi Pemkab dan BP Taskin Sasar Wilayah Pinggiran
“Secara struktur sebenarnya tidak ada masalah, namun nanti tinggi elevasinya yang akan kita tambah saat perbaikan,” imbuhnya.
Hujan deras dengan durasi panjang memicu fenomena overtopping, yakni air sungai meluap hingga melewati badan jembatan yang rendah. Kondisi tersebut diperparah material hanyutan yang menghantam struktur bangunan.
BACA JUGA:Wujudkan Kampung Nelayan Merah Putih, Pemkab Jember Percepat Sertifikasi Lahan
Salah satu titik dengan kerusakan paling parah berada di Jembatan Cinta, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Luapan Sungai Bedadung dengan arus deras merusak infrastruktur yang menjadi penghubung vital warga.
“Di lokasi itu memang paling parah karena selain arusnya sangat deras, posisi jembatannya relatif lebih rendah,” jelas Edy.
BACA JUGA:Beasiswa Cinta Bergema Pemkab Jember Molor 6 Bulan, Mahasiswa UIJ Terpaksa Ngutang Bayar UKT
Saat ini DPU Bina Marga Jatim tengah melakukan asesmen menyeluruh terkait total kerugian dan kebutuhan anggaran pembangunan kembali. Hasilnya akan dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur untuk penanganan lebih lanjut.
BACA JUGA:Pemkab Jember Salurkan 2.500 Gerobak Mlijo Cinta untuk Perkuat PKL dan UMKM