SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kampung Bulaksari RW 6, Kelurahan Wonokusumo, menjadi percontohan Kampung Bebas Asap Rokok berkat kesadaran warga dan inisiatif Ketua RW, Selasa, 17 Februari 2026.
BACA JUGA:Kampung Margi Nyamplungan Rawat Tradisi Kirab Menuju Makam Sunan Ampel
Mohammad Ali Effendi, Lurah Wonokusumo, menjelaskan program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong terciptanya lingkungan sehat dan bebas asap rokok.
Mini Kidi--
“Di RW 6 ini sudah diterapkan kebijakan bebas asap rokok, meski tidak semua warga berhenti merokok, namun kesadaran untuk tidak merokok sembarangan sudah tumbuh dengan baik,” ujar Ali Effendi.
BACA JUGA:Eksistensi Kampung Lontong Wonokusumo Surabaya dari Produksi Rumahan hingga Festival Tahunan
Effendi menambahkan, inisiatif ini bermula dari kesadaran warga yang dipelopori Ketua RW 6, yang secara pribadi tidak merokok.
BACA JUGA:Kampung Hantaran RW 5 Balongsari Surabaya Jadi Primadona ketika Musim Nikah
“Pak RW-nya sendiri orangnya tidak merokok, dan beliau sangat aktif mendorong warganya untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Bukan berarti semua warga harus berhenti merokok, tapi mereka diberi pemahaman untuk tidak merokok sembarangan,” tambahnya.
BACA JUGA:Tilik Kampung Lumpia Ngaglik Kuburan, Penyuplai Utama Jajanan Stadion GBT Merambah Pasar Profesional
Di kampung ini, warga yang merokok diarahkan ke tempat yang telah disediakan agar asap tidak mengganggu warga lain, terutama anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
BACA JUGA:Asal Muasal Kampung Jamu Kedurus dan Peran Perantau Jawa Tengah di Surabaya
“Jadi, kalau ada warga yang merokok, mereka sadar untuk melakukannya di tempat yang tepat. Tidak boleh sembarangan, apalagi di area umum. Ini semua berkat kesadaran bersama,” ungkap Effendi.
BACA JUGA:Kampung Warna Warni RW 13 Manukan Kulon Jadi Ikon Kreativitas Warga Surabaya
Sejak penerapan aturan, warga mengaku merasakan manfaatnya. Udara lingkungan lebih bersih dan interaksi sosial antarwarga semakin harmonis.