Namun, Hidayat menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Selain lumpur, petugas kerap mendapati tumpukan sampah plastik hingga benda tak lazim.
"Bahkan saat normalisasi di Tambak Mayor, kami menemukan ban truk yang menyumbat saluran, botol plastik, dan sampah rumah tangga lainnya. Kami mengajak masyarakat untuk turut andil, paling tidak membuang sampah pada tempatnya. Ini upaya bersama," tegasnya.
Rencananya, normalisasi Sungai Asemrowo akan terus berlanjut minggu depan menyasar area setelah Jembatan Dupak menuju ke arah hilir.
BACA JUGA:Proyek Molor, Dua Rekanan DSDABM Surabaya Kena Blacklist
Sementara itu, Kabid Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita, menambahkan bahwa Sungai Asemrowo memegang peran vital karena menampung aliran dari kawasan luas seperti Kedung Anyar hingga Simo.
Oleh karena itu, sungai-sungai besar seperti Asemrowo, Kalimas, Greges, Kebonagung, dan Kali Kandangan menjadi prioritas pengerukan rutin, minimal dua kali setahun.
"Selain menggunakan alat berat untuk sungai besar, kami juga mengandalkan tenaga manual untuk skala permukiman. Sebanyak 1.024 personel Satgas Pematusan kami terjunkan," terang Adi.
BACA JUGA:Proyek Molor, Dua Rekanan DSDABM Surabaya Kena Blacklist
Satgas ini memiliki peran ganda. Saat hujan, mereka bertugas sebagai operator rumah pompa. Namun, jika cuaca cerah, pagi harinya mereka menyusuri sungai untuk membersihkan sedimen, sampah, eceng gondok, dan alang-alang secara manual.
Dalam kesempatan tersebut, Adi Gunita juga memaparkan target penanganan banjir di tahun 2026. DSDABM berencana menambah infrastruktur pengendali banjir berupa 5 unit rumah pompa baru.
"Tahun 2026 ini ada penambahan 5 titik rumah pompa baru. Saat ini masih proses tender, Insya Allah pelaksanaannya setelah Lebaran," ungkap Adi.
BACA JUGA:Atasi Banjir Simo, DSDABM Surabaya Terjunkan Satgas Normalisasi Sungai
Pembangunan ini diharapkan dapat mempercepat pengurangan titik genangan di Surabaya. Berdasarkan data DSDABM, dari 250 titik genangan yang terpetakan sejak 2021, sebanyak 142 titik telah terselesaikan tahun lalu.
"Tahun ini, kami menargetkan penyelesaian kurang lebih 38 titik lokasi genangan lagi. Jadi selain pembangunan fisik, kegiatan normalisasi rutin seperti ini adalah kunci untuk memastikan sistem drainase berfungsi maksimal," pungkasnya. (alf)