Perkawinan yang Dirahasiakan: Ketika Keberadaan Tak Pernah Dianggap (3)

Rabu 04-02-2026,09:00 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Dan di sanalah istri itu mengerti:

jawaban yang selalu ditunda

sebenarnya adalah penolakan yang dibungkus rapi.

Ia tidak marah.

Ia hanya lelah.

Lelah hidup dalam status yang tidak bisa disebut.

Lelah menurunkan suara agar tidak terdengar.

Lelah merasa bersalah hanya karena ingin diakui sebagai istri.

Ia sadar, pernikahan bukan sekadar sah di mata hukum, tetapi juga soal keberanian untuk mengakui pasangan di hadapan dunia.

Dan jika keberanian itu tidak pernah datang, maka yang disembunyikan bukan hanya status melainkan martabat.

Keputusan itu diambil tanpa drama.

Tanpa ancaman.

Tanpa air mata yang dipamerkan.

Ia memilih pergi dengan tenang,

karena bertahan lebih lama

hanya akan membuatnya semakin menghilang dari dirinya sendiri.

Kategori :