Muatan Truk Jatuh di Jalur Rel, Perjalanan Kereta di Surabaya Terganggu
Kondisi stasiun di lingkungan KAI Daop 8 Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sejumlah perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengalami keterlambatan akibat dua gangguan operasional yang terjadi di jalur rel, pada Rabu, 4 Februari 2026.
Gangguan pertama terjadi pada sore hari sekitar pukul 15.20 WIB di petak jalan antara Stasiun Kandangan dan Stasiun Tandes. Sebuah muatan truk dilaporkan terjatuh dan menutupi rel di perlintasan sebidang, sehingga perjalanan kereta sempat terhenti.
BACA JUGA:Lintas Utara Terendam, 7 Keberangkatan Kereta Api dari Daop 8 Surabaya Dibatalkan

Mini Kidi--
Petugas KAI langsung melakukan pengamanan dan pembersihan jalur hingga akhirnya kembali normal pada pukul 16.02 WIB. Akibat kejadian ini, KA Barang Priukmas Cargo mengalami keterlambatan sekitar 15 menit.
Diketahui, jalur belum sepenuhnya pulih, gangguan kembali terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.10 WIB. KA Sembrani tertemper kendaraan di perlintasan sebidang wilayah Stasiun Pucuk–Gembong.
BACA JUGA:Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Daop 8 Surabaya Siapkan Kereta Tambahan
Akibat peristiwa tersebut, keterlambatan terparah dialami KA Sembrani yang mencapai sekitar 245 menit. Selain itu, KA Jenggala, Blambangan, Kertajaya, Dharmawangsa, hingga KA Parcel Utara juga mengalami keterlambatan dengan durasi bervariasi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama unsur terkait segera melakukan pemeriksaan sarana, pengamanan lokasi, serta pengaturan perjalanan kereta agar keselamatan tetap terjaga.
"Setelah melalui penanganan sesuai prosedur, jalur rel sudah bisa dilalui dan perjalanan kereta api berangsur normal," kata Mahendro, Kamis, 5 Februari 2026.
BACA JUGA:Sepanjang 2025, Penumpang KAI Daop 8 Surabaya Tembus Lebih dari 6 Juta
Mahendro juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas gangguan perjalanan yang terjadi.
"Kami memprioritaskan keselamatan dalam setiap penanganan gangguan. Sejak awal kejadian, petugas bergerak cepat untuk memastikan jalur kembali aman dan operasional dapat berjalan normal," pungkasnya.(Ain)
Sumber:




