Tragedi nahas itu bermula saat Faruq keluar seorang diri mengendarai sepeda motor Honda Stylo warna abu-abu untuk mencari camilan atau gorengan. Petaka terjadi saat Faruq melintas di Jalan Wonokusumo Jaya.
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari pihak kepolisian, Faruq tiba-tiba serang oleh sekelompok orang yang mengendarai mobil.
Tanpa ampun, saat masih berada di atas motor, korban diserang. Satu tusukan fatal bersarang di bagian ketiak hingga membuatnya tersungkur.
BACA JUGA:Misteri Pembunuhan Wonokusumo Jaya Surabaya, Polisi Sisir Rekaman CCTV
"Informasi dari polisi, pelakunya lima orang. Empat orang turun menyerang, satu orang di belakang kemudi mobil. Anak saya mengalami luka tusuk di bawah ketiak,' jelas Mu’in.
Pihak kepolisian juga telah melakukan penggeledahan di kamar Faruq untuk mencari petunjuk tambahan. Namun, polisi hanya membawa kotak ponsel atau dosbook milik korban. Pasalnya, ponsel yang dibawa Faruq saat kejadian hingga kini belum ditemukan keberadaannya.
Aksi tersebut menyisakan teka-teki besar. Pasalnya, Faruq dikenal sebagai pribadi yang tak punya musuh. "Anak saya tidak pernah punya musuh. Dia orang baik, tidak pernah cerita ada masalah dengan siapa pun," tambah Mu’in dengan nada heran.
BACA JUGA:Gondol Vario di Giras Wonokusumo, Warga Jatipurwo Bonyok Dipermak Massa
Mengenai motif di balik aksi keji ini, sempat berembus kabar adanya kaitan dengan masalah asmara atau persoalan perempuan.
Namun, Abdul Mu’in enggan berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.
"Untuk motif pastinya saya belum tahu. Kami masih menunggu kabar dari polisi karena pelakunya juga belum tertangkap," tuturnya.
BACA JUGA:Perkuat Sinergi Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Wonokusumo Sambangi Tokoh Masyarakat Bulak Jaya
Kini, keluarga hanya bisa berharap keadilan segera tegak. Mu’in memohon kepada pihak kepolisian agar segera meringkus para pelaku yang telah merampas nyawa putranya.
"Semoga pelaku segera diamankan. Saya berharap informasi sekecil apa pun terkait perkembangan kasus ini, kami dikabari," pungkasnya penuh harap.(alf)