Kehadiran SPPG Simomulyo Simorejo juga membawa perubahan fisik bagi lingkungan sekitar. Supardi, Ketua RT 05, mengenang bahwa lokasi tersebut dulunya adalah rumah kosong. Ia dan warga mendukung penuh program tersebut.
"Sekarang jadi bersih, steril, dan sangat bermanfaat. Mewakili warga, kami berterima kasih karena wilayah kami dipilih. Ini membawa harapan baru untuk menuntaskan masalah stunting di kampung kami," kata Supardi.
Bhabinsa Simomulyo, Rasmadi, menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pendataan sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
BACA JUGA:SPPG Assalam Diduga Cemari Sawah, Pemkab Madiun Siapkan Evaluasi Total
"Pihak sekolah sering bertanya kapan program ini mulai, dan hari ini akhirnya terealisasi. Semoga bermanfaat bagi ketahanan pangan anak-anak kita," pungkasnya.
Setelah prosesi pemotongan tumpeng dan pita, Hj Indah dan lainnya meninjau langsung dapur produksi. Kesan bersih dan higienis langsung terasa saat memasuki area dalam.
Fasilitas yang tersedia terbilang sangat lengkap dan modern, meliputi ruang produksi dan persiapan makanan, ruang pemeriksaan kesehatan, ruang pengemasan, ruang cuci makan dan area penyimpanan yang steril, ruang staf dan ruang rapat yang representatif.
BACA JUGA:Bupati Gatut Sunu Dorong Pembangunan SPPG di Wilayah Terpencil
Acara peresmian ini juga diwarnai dengan pemberian santunan kepada 13 anak yatim. Hal ini menjadi simbol bahwa kehadiran SPPG Simomulyo Simorejo membawa keberkahan bagi warga yang paling membutuhkan.
Ke depan, Yayasan Bakti Desa Nusantara berencana tidak akan berhenti di Sukomanunggal saja. Kawasan Ampel dan Perak menjadi target lokasi berikutnya untuk pembangunan dapur bergizi, guna memastikan tidak ada anak di Surabaya yang tertinggal dalam hal pemenuhan gizi.
"Program MBG ini akan terus menjangkau sekolah-sekolah di seluruh penjuru kota maupun daerah sebagai bagian dari upaya mencetak generasi emas, " pungkas Hj Indah. (alf)