Ia bercerita bagaimana Yayasan Bakti Desa Nusantara sebelumnya juga telah sukses mengelola puluhan dapur serupa di berbagai wilayah seperti Candi, Jalan Arjuno, Dharmahusada, hingga Sidoarjo.
Menurutnya, SPPG yang beralamat di Jalan Simorejo VII ini keberadaanya yang pertama kali di wilayah Kecamatan Sukomanunggal.
"Untuk wilayah Sukomanunggal ini memang perdana, kami bermitra dengan H Sulaiman. Kami ingin merangkul semua lapisan masyarakat agar dapur-dapur ini merata," kata Hj. Indah.
BACA JUGA:Polres Ngawi Gelar Groundbreaking SPPG Polri untuk Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat
Ada cerita menarik yang membuatnya terkesan dan kian bersemangat. Ketika ia berkunjung ke dapur MBG, ia mengaku sering menerima surat cinta dari anak-anak sekolah yang menjadi penerima manfaat. Isinya berupa permintaan menu makanan tertentu.
"Ada yang minta nasi kuning, ada yang minta ikan opor ayam. Kami sangat tersentuh. Sebagai orang tua, kita ingat zaman dulu belum tentu punya uang saku. Sekarang, anak-anak kita setiap pagi bisa dapat makanan bervariasi secara gratis," paparnnya.
Hj Indah mengaku bersyukur bisa jadi perpanjangan tangan pemerintah lewat program yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Dibukanya SPPG Simomulyo Simorejo yang pertama kali di Sukomanunggal itu dianggapnya sebagai ladang ibadah.
BACA JUGA:Serap Tenaga Kerja, SPPG di Jombang Diresmikan
"Di sini kita membantu masyarakat. Di sini ada unsur sosialnya, ada unsur ibadahnya. Alhamdulillah, kita sudah membuka 30-40 dapur, dan sudah berjalan. Sangat bermanfaat sekali," lanjutnya.
H. Sulaiman, mitra Yayasan Bakti Desa Nusantara yang mengelola SPPG Simomulyo Simorejo, merinci kesiapan operasional dapur tersebut.
Ia menjelaskan bahwa dapur ini mampu melayani hingga 3.000 penerima manfaat, mulai dari pelajar, ibu hamil, hingga ibu menyusui di wilayah Sukomanunggal.
BACA JUGA:Dapur SPPG Ngoro Meledak, Dua Pekerja Luka Bakar
"Pada pekan pertama ini kami mulai dengan 1.125 penerima manfaat, salah satunya menyasar siswa di SMPN 25 Surabaya, " jelasnya.
H Sulaiman menjelaskan bahwa untuk pekerja dapur produksi SPPG Simorejo ini, pihaknya memprioritaskan masyarakat sekitar.
"Kami juga melibatkan sekitar 50 pekerja yang diprioritaskan dari warga sekitar agar dampak sosialnya langsung terasa," ujarnya.