“Pesantren harus didampingi, bukan dilepas begitu saja. Kalau ingin inklusif, negara harus hadir dari hulu ke hilir,” katanya.
BACA JUGA:Lia Istifhama Raih DMI Award 2026, Apresiasi Inovasi Mualaf Center di Gresik
Selain memperluas akses ekonomi, Lia menilai keterlibatan pesantren dalam e-catalog juga sejalan dengan prinsip keadilan sosial. Belanja pemerintah tidak lagi hanya dinikmati pelaku usaha besar, tetapi juga menjangkau komunitas yang selama ini menjadi pilar sosial masyarakat.
“Belanja negara harus memberi dampak sosial. Ketika pesantren dilibatkan, negara sedang memperkuat fondasi ekonomi rakyat,” pungkasnya. (bin)