BACA JUGA:Bagian SDM Polres Bangkalan Aktif Goes To School, Sosialisasi Penerimaan Polri 2026
Mereka tidak sadar, bahkwa gelimang harta kekayaan yang mereka timbun, termasuk pangkat dan jabatan tinggi, jika digapai dengan cara yang sesat, secara psykhologis, justru akan membuat terjebak dalam belantara keresahan, kegalauan dan bahkan rasa takut berkepanjangan.
Realita negatif ini akan selalu muncul jika mereka menyadari, bahwa ketersesatan yang mereka lakukan, masuk ranah pelanggaran hukum dan beroptensi ada sangksi hukum. Bahkan deretan aib itu, sama halnya pula dengan menabung deretan dosa besar.
”Jika ini disadari, mereka akan semakin paham bahwa semua noda dan dosa, itu kelak akan dihisap saat tiba waktunya hidup dalam keabadian alam akherat,” tegas Ustadz Muslihin. Fenomena ini, secara psykhologis, akan membuat mereka jadi semakin kalut. Gejolak keresahan, kegalauan dan rasa takut yang menghantui mereka jadi berkepanjangan.
BACA JUGA:Sambangi SMAN 3, Kasat Binmas Polres Bangkalan Sosialisasi UU Perlindungan Anak dan Perempuan
Nyaris tanpa akhir. Di sini kemilau harta duniawi sebagai tolok ukur kebahagiaan jadi tak berlaku. Dan ini terjadi gegera manusia gagal menata hati dengan benar. Juga alpa mengasah imtaq mereka
Itu sebabnya, sebagai penutup, Ustadz Muslihin titip pesan agar seluruh peronel Polisi, khususnya di lingkup Polres Bangkalan, bisa istiqomah menata hati dengan benar. Peluang ini akan tergapai jika dibarengi dengan rutinitas mengasah imtaq sebagai media komonikasi dengan Allah SWT Sang Maha Pencipta.
“Tak masalah kita hidup sederhana dengan penghasilan secukupnya. termasuk meniti karier, pangkat dan jabatan melalui jalan yang benar,” pesan Ustadz Solihin. Hakkul yakin, lanjutnya, jika tak keliru menata hati, niscaya kebahagiaan, ketenangan dan ketretaman, akan dirasakan sebagai nikmat kehidupan yang hakiki.
Terakhir Utadz Muslihin, berharap, sekaligus tulus dan ikhlas berdoa, semoga seluruh personel Polisi di lingkup Polres Bangkalan, tetap teguh berkehendak untuk menata hati dengan benar.
Tujuannya, agar bisa menggapai predikat sebagai figur Polisi yang mulia, humanis dan profesional dalam mengemban amanah tugas sebagai pilindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Termasuk dalam hal tugas jaga dan kawal kamtibmas di garda terdepan. (ras)