Pisah Sambut Lurah Kebonsari Menjadi Komitmen Bersama Warga dalam Pengelolaan Lingkungan

Pisah Sambut Lurah Kebonsari Menjadi Komitmen Bersama Warga dalam Pengelolaan Lingkungan

Warga berfoto bersama Lurah Kebonsari sebelumnya, Rerry Setianingtiyaswati dengan Lurah Kebonsari yang baru, Atiyun Najah Indhira di Taman Egal Manunggaling Rasa, Jambangan, Minggu (1/2). --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Warga Kelurahan Kebonsari menggelar acara pisah sambut lurah lama dan lurah baru di Taman Egal Manunggaling Rasa, Jambangan. Kegiatan berlangsung penuh keakraban sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam pengelolaan lingkungan, khususnya bank sampah.

Acara tersebut dihadiri Camat Jambangan, para lurah se-Kecamatan Jambangan, perwakilan Koramil dan Polsek Jambangan, serta tokoh masyarakat dari seluruh wilayah Kecamatan Jambangan.

Pisah sambut ini diwarnai suasana haru dan isak tangis warga saat melepas Lurah Kebonsari sebelumnya, Rerry Setianingtiyaswati, sekaligus menyambut lurah baru, Atiyun Najah Indhira.

BACA JUGA:Pencuri Scaffolding Dimassa Warga Kebonsari, Satu Kabur


Mini Kidi--

Rerry Setianingtiyaswati menyampaikan, bahwa kekuatan utama Kelurahan Kebonsari terletak pada kebersamaan dan semangat gotong royong warganya. Menurutnya, budaya kerja bakti dan partisipasi warga sangat terlihat, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Di Kebonsari yang paling menonjol adalah kebersamaan dan gotong royongnya. Warganya aktif, termasuk dalam kegiatan kerja bakti. Itu wujud nyata kegotongroyongan warga,” ujar Rerry, yang kini menjabat Camat Wonokromo. 

BACA JUGA:Mabuk, Pengendara Motor Tewas Tabrak Pohon di Kebonsari

Rerry juga menyoroti keberhasilan kelompok tani yang aktif di RW 01, RW 02, dan RW 03, serta pengelolaan bank sampah yang sudah berjalan dengan baik. Saat ini, Kelurahan Kebonsari memiliki 20 bank sampah dari total 28 RT, serta tengah merintis pembentukan bank sampah induk sebagai naungan bank-bank sampah yang ada.

“Bank sampah induk ini diharapkan bisa menjadi contoh pengelolaan sampah bagi wilayah lain, baik sampah organik maupun nonorganik, sehingga ke depan bisa mewujudkan zero sampah,” tambahnya.

Pengelolaan sampah organik di Kebonsari juga telah berjalan melalui metode ecoenzim yang bahkan meraih penghargaan MURI. Selain itu, berbagai inovasi lain terus dicoba untuk meningkatkan pengolahan sampah berkelanjutan, sejalan dengan konsep Kampung Pancasila sebagai pilar lingkungan.

BACA JUGA:Fenomena Cerai Muda Hantui Surabaya, Belum Genap Setahun Menikah Belasan Remaja Pilih Pisah

Sementara itu, Lurah Kebonsari yang baru, Atiyun Najah Indhira, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program positif yang sudah ada, khususnya pengelolaan bank sampah di tingkat RT.

“Apa yang sudah baik akan kami jaga dan tingkatkan. Potensi unggulan Kebonsari, seperti pengelolaan bank sampah, akan terus dikembangkan. RT yang belum memiliki bank sampah akan kami dorong untuk segera membentuk,” katanya.

Sumber:

Berita Terkait