Jika Anda gemar sepak bola, pasti mengenal istilah safety first. Yang penting selamat dulu. Entah bolanya diberikan kepada kiper, dioper ke pemain belakang, atau bahkan dibuang ke luar lapangan. Yang penting aman. Tidak membahayakan gawang. Apalagi kebobolan. Terlalu banyak safety first tentu membosankan. Nah, ada baiknya kita terapkan dalam melawan Covid 19 ini. Pemerintah memang sudah merelaksasi pengetatan. PSBB sudah tidak diperpanjang. Apakah corona sudah menghilang? Sama sekali belum. Angkanya masih membumbung. Pada 6 Juni tiga hari lalu malah meroket sehari 900 lebih positif covid. Lalu mengapa distop? Karena kita semua, termasuk pemerintah, sudah tidak betah dengan segala kurungan dan kungkungan. Bahayakah? Sangat. Terutama kalau memperngaruhi mental kita karena menganggap kondisi sudah aman. Terus melakukan business as usual. Berdekat-dekatan lagi, lupa maskeran lagi, tidak rajin sabunan lagi, bergerombol-gerombol lagi, makan bareng-bareng lagi, nyanyi ramai-ramai lagi, ngemall lagi. Jika pemerintah tidak melarangnya, polisi membebaskan kemanapun kita pergi, satpol PP membiarkan kita nyangkruk di warung kopi, maka paling aman adalah me-lock down diri sendiri. Bisa? Harusnya bisa. Itulah oleh-oleh kita menghadapi corona selama ini: terbiasa disiplin. Terbiasa olah raga sekalian berjemur, terbiasa makan sayur, terbiasa makan buah yang mendongkrak vit C untuk imunitas, kemanapun pakai masker, di saku atau tas ada hand sanitizer. Masuk rumah langsung mandi. Iya kita bikin peraturan untuk diri kita sendiri. Namanya lock down mandiri. Targetnya: 1. Jangan sampai tersentuh corona 2. Kalau ternyata tertempeli, tubuh kita kuat berperang melawannya. Tetap waspada. Tidak mentang-mentang masih muda, tidak mentang-mentang rajin olah raga, tidak mentang-mentang sudah disiplin semuanya. Siapa sangka teman kita yang segar bugar ternyata orang tanpa gejala (OTG) dan memang menurut Jubir Pemerintah Achmad Yurianto hampir 80 persen pasien corona tak menunjukkan geajala. Maka, mari main bola, bagian safety firstnya: jaga jarak, pakai masker, cuci pakai sabun, dan me-lock down mandiri di rumah. Semoga selamat dan sehat wal afiat. Aamiin.(*' *Ali Murtadlo, Kabar Gembira Indonesia (KGI)
Lock Down Sendiri Saja
Selasa 09-06-2020,16:23 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 14-03-2026,06:33 WIB
Libur Nyepi dan Idulfitri, Tugu Tirta Kota Malang Pastikan Pasokan Air Minum Tetap Aman
Sabtu 14-03-2026,11:11 WIB
Ramadan Penuh Berkah, 34 Anak Yatim di Tambaksumur Waru Terima Santunan Uang dan Sembako
Sabtu 14-03-2026,09:00 WIB
Istri yang Selalu Kurang: Uang yang Tak Pernah Cukup (1)
Sabtu 14-03-2026,17:55 WIB
Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi, SPBU di Jalan Teuku Umar Jember Disegel
Sabtu 14-03-2026,08:39 WIB
Jadwal Liga Inggris Pekan ke-30: Manchester United vs Aston Villa Panaskan Persaingan Tiga Besar
Terkini
Sabtu 14-03-2026,23:02 WIB
Jelang Idulfitri, Bulog Jatim Salurkan 42 Ribu Ton Beras dan 9 Juta Liter Minyak Kita
Sabtu 14-03-2026,22:56 WIB
Wali Kota Surabaya Serahkan Santunan Lebaran untuk Anak Yatim hingga Ojol
Sabtu 14-03-2026,22:37 WIB
Penghujung Ramadan, Warga Aceh Tamiang Ramai Berburu Takjil dan Belanja Kebutuhan Lebaran
Sabtu 14-03-2026,22:23 WIB
Berkat Program MBG, Usaha Tempe di Sukoharjo Naik 100 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru
Sabtu 14-03-2026,22:14 WIB