SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Kerusuhan pasca aksi demonstrasi di Surabaya akhir Agustus lalu menyisakan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Namun, semangat warga untuk menjaga kotanya kembali pulih dan kian kuat.
Di berbagai sudut kota, kini banyak terpasang spanduk dan stiker berisi ajakan menjaga kondusivitas serta merawat fasilitas umum yang sempat dirusak kelompok anarkis.
Mini Kidi--
Seperti di Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantikan, warga memasang spanduk dengan pesan dalam bahasa Suroboyoan: “Arek-Arek Bongkaran Gak Gelem Unjuk Rasa Anarkis Seng Gawe Rusuh, Ayo Jogo Suroboyo.”
Lurah Bongkaran, Ilham Sampurno, menyebut aksi tersebut muncul dari keresahan warga terhadap kerusuhan yang terjadi akhir Agustus.
“Kami berharap masyarakat Surabaya, khususnya warga kami, untuk turut serta menjaga kota ini,” ujarnya, Selasa, 9 September 2025.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Apresiasi Pengorbanan Satgas yang Meninggal, Anaknya Lanjutkan Tugas Ayahnya
Aksi serupa juga terlihat di Kecamatan Dukuh Pakis, di mana spanduk bertuliskan “Ayo Jogo Suroboyo, Demo Sing Anarkis Gawe Kuto Rusuh Suroboyo” menjamur di berbagai lokasi.
Selain inisiatif warga, Pemerintah Kota Surabaya juga menempelkan stiker bertuliskan “Aset ini Milik Pemkot Surabaya, Dibangun dan Dibiayai dari Hasil Keringat dan Pajak dari Arek-arek Suroboyo, Mari Kita Jaga Bersama” di berbagai fasilitas umum. Stiker tersebut bisa ditemui di lift jembatan penyeberangan orang (JPO) Jalan A. Yani, area Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jalan Basuki Rahmat, hingga Jalan Gubernur Suryo.
Tak hanya fasilitas umum, situs bersejarah seperti bunker cagar budaya di Polsek Tegalsari juga sempat menjadi sasaran kerusakan.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Gunakan APBD Rp 2,5 Miliar untuk Perbaikan Fasum Pasca-Aksi Massa
Sebagai respons, spanduk besar kini terpasang di dinding bunker tersebut. Pesannya: “Bangunan ini adalah Bungker Tegalsari yang merupakan peninggalan sejarah yang tak ternilai (Bangunan Cagar Budaya). Selama ini digunakan untuk aktivitas bersama warga. Mari kita jaga bersama dan kita lestarikan.”