SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota, warga, dan orang tua dalam memajukan pendidikan di Surabaya.
BACA JUGA:IIMS 2025 Ramaikan HJKS Ke-732, Potensi Dongkrak Wisata dan PAD
Eri menyatakan bahwa pembangunan Surabaya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan, dan pemerintah tidak bisa melakukannya sendiri.
Mini Kidi--
"Kado terbaik untuk Surabaya ke-732 adalah kemajuan pendidikan. Anggaran saya siap digunakan untuk pendidikan," tegas Wali Kota Eri.
BACA JUGA:Harapan di HJKS ke-732, Surabaya Terus Perkuat Pendidikan Humanis untuk Anak
Namun, Eri juga mengingatkan pentingnya prioritas. Proyek infrastruktur seperti saluran dan pavingisasi harus dipertimbangkan secara matang, mengingat keterbatasan anggaran dan panjangnya jalan di Surabaya luasnya 357 kilometer. Perubahan mindset warga Surabaya sangat diperlukan.
"Tapi kita punya prioritas, pokok jangan minta saluran, pavingisasi. Kalau semua minta ya tidak cukup anggarannya," jelas Eri.
BACA JUGA: Ini Kata Wali Kota Eri Jadi Sawunggaling di Surabaya Vaganza 2025
Menurut Eri, Pemkot Surabaya berkomitmen membantu keluarga kurang mampu agar anak-anaknya tetap bersekolah. Salah satu bentuk bantuan adalah subsidi biaya pendidikan dengan syarat sederhana, anak harus pulang paling lambat pukul 22.00 WIB.
Untuk keluarga yang membutuhkan tempat tinggal, Pemkot menyediakan tempat di kampung anak negeri (Kanri) atau Asrama Bibit Unggul. Asrama ini difokuskan pada pembinaan karakter dan pembelajaran, bukan sebagai tempat hukuman.
BACA JUGA:Surabaya Vaganza 2025: Pukau Ribuan Warga Saksikan Spektakulernya Surabaya Vaganza
Melalui program "Satu Keluarga Satu Sarjana," Pemkot menyediakan sekitar 200 tempat di Asrama Bibit Unggul untuk jenjang pendidikan tinggi, dan 200 tempat lagi untuk jenjang SMP dan SMA.
Wali Kota Eri memastikan program-program ini dijalankan dengan menjaga privasi warga. Sejak tahun 2022, Pemkot berupaya menghilangkan rasa malu atau minder warga yang terlibat dalam program-program pembinaan ini. Kolaborasi antara Pemkot dan keluarga diharapkan mampu mencetak generasi muda Surabaya yang lebih berkualitas.
BACA JUGA:Parade Surabaya Vaganza 2025, Perjalanan Ajaib Menuju Negeri Dongeng, Catat Tanggal Mainnya!
"Surabaya itu harus bergandengan tangan. Surabaya butuh orang yang tidak bisa sekolah, tapi Surabaya pemerintahnya tidak bisa sendiri dan harus bersinergi dengan orang tua. Tapi kalau tidak punya biaya, serahkan ke pemkot, akan kami sekolahkan," pungkas Eri. (rio)