Harapan di HJKS ke-732, Surabaya Terus Perkuat Pendidikan Humanis untuk Anak

Harapan di HJKS ke-732, Surabaya Terus Perkuat Pendidikan Humanis untuk Anak

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bernyanyi bersama siswa sekolah di Balai Kota Surabaya. --

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Memasuki usia ke-732, Surabaya diharapkan terus meneguhkan komitmennya sebagai kota yang ramah anak melalui pendekatan pendidikan yang humanis, inklusif dan memberdayakan. Harapan ini salah satunya disampaikan oleh Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, M Isa Ansori.

"Gemerlap Surabaya menapaki usianya yang semakin tua, terlihat semakin cantik dan melayani. Berbagai fasilitas publik dibangun sebagai upaya mempertemukan semua kelompok masyarakat agar bisa bertemu dan terlayani," ujar Isa Ansori.

BACA JUGA:Gilga Sahid Semarakkan Puncak Perayaan HJKS ke-731 di Balai Kota Surabaya


Mini Kidi--

BACA JUGA:Peringati HJKS Ke-731, Harian Disway Gelar Surabaya Tourism Award 2024

BACA JUGA:Sambut HJKS Ke-731, Pengajian Akbar Bersama Gus Iqdam Bakal Digelar di Balai Kota Surabaya

Ia menilai bahwa Surabaya sebagai Kota Layak Anak, sudah sejak lama menjadi pelopor pendidikan inklusif yang menekankan ketegasan dan disiplin positif. Bahkan, kata dia, pendidikan yang digaungkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sejalan dengan karakter khas Kota Pahlawan, yakni tangguh, kreatif dan humanis.

"Pendekatan ini bukan hanya tentang pembelajaran di kelas, tetapi juga tentang menyelamatkan masa depan anak-anak dengan memahami keunikan mereka, termasuk mereka yang memiliki perilaku luar biasa atau berasal dari keluarga kurang mampu," tutur Isa.

Sebagai bentuk konkret, Isa mengungkapkan bahwa Surabaya telah mengembangkan program Kampung Anak Negeri yang menjadi ruang pembinaan bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat ke arah positif. Anak-anak yang gemar berkelahi, misalnya, diarahkan melalui pelatihan olahraga seperti tinju dan bela diri, untuk menyalurkan energi mereka secara positif.

"Di sini, anak-anak yang gemar berkelahi dilatih dalam olahraga seperti tinju atau beladiri. Dengan bimbingan pelatih yang peduli, energi mereka tersalurkan ke dalam disiplin, sportivitas, dan rasa percaya diri," sebut Isa.

BACA JUGA:Peringatan HJKS Ke-731, Surabaya Pecahkan Rekor MURI Pembentukan Pos Bantuan Hukum Terbanyak se-Indonesia

BACA JUGA:Festival Rujak Uleg HJKS ke-731 Libatkan Ratusan Peserta dari Masyarakat

Selain itu, Isa menilai bahwa program Asrama Bibit Unggul, juga menjadi tonggak penting dalam pemberdayaan anak-anak berprestasi. Termasuk pula terhadap anak-anak penyandang disabilitas.

"Di asrama ini, anak-anak dari berbagai latar belakang mendapatkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat dan karakter," kata Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur ini.

Sumber:

Berita Terkait