"Pelanggan pasti berpikir dua kali untuk belanja di sini. Kalau kondisi pasar begini, bagaimana mungkin bisa ramai seperti dulu" Ungkapnya
Menurut beberapa pedagang, penyebab utama sepinya pengunjung di Pasar Blauran Baru adalah maraknya toko online dan pusat perbelanjaan modern yang lebih menarik bagi konsumen. Selain itu, kondisi pasar yang kurang terawat juga menjadi faktor utama yang membuat calon pembeli enggan datang.
"Kalau dulu, orang-orang senang belanja di pasar tradisional karena barangnya lengkap dan harganya terjangkau. Sekarang, mereka lebih memilih belanja online atau ke mall karena lebih praktis," ungkap Bu Dian.
BACA JUGA:Meski Aman, Pedagang Pasar Blauran Memilih Tutup
Bu Nurhayani juga menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap revitalisasi pasar.
"Kalau pasar ini direnovasi dan dibuat lebih nyaman, mungkin pembeli akan kembali. Tapi kalau begini terus, ya kami hanya bisa pasrah," ujarnya.
Meski kondisi pasar semakin memburuk, para pedagang masih menyimpan harapan agar pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi Pasar Blauran Baru. Mereka berharap ada program revitalisasi yang dapat mengembalikan kejayaan pasar ini seperti dulu. (yat)