Puasa Ramadan dengan Diabetes: Cara Tepat Konsumsi Obat
Yunita Nita, Guru Besar Bidang Farmasi Praktis, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.-ist.-
Oleh: Yunita Nita, Guru Besar Bidang Farmasi Praktis, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga
Puasa Ramadan adalah ibadah yang sangat berarti bagi umat Muslim. Bagi orang dengan diabetes melitus atau diabetisi, menjalankannya membutuhkan perhatian ekstra.
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena tubuh mengalami gangguan dalam memproduksi atau penggunaan insulin, sehingga kadar gula darah sulit terkontrol.
Oleh karena itu, penggunaan obat diabetes selama puasa perlu diatur dengan baik agar ibadah tetap lancar tanpa menimbulkan masalah kesehatan.
Menurut data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF), jumlah diabetisi di dunia mencapai 463 juta orang dan diperkirakan melonjak hingga 700 juta pada tahun 2045.
Lonjakan terbesar diprediksi terjadi di kawasan dengan populasi Muslim besar, seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.
Puasa Ramadan memiliki sejumlah efek fisiologis terhadap proses keseimbangan metabolisme dan sistem endokrin.
Pada diabetisi, perubahan tersebut serta jenis obat yang digunakan untuk mengendalikan penyakit dapat berkaitan dengan kejadian hipoglikemia maupun hiperglikemia.
Diabetisi menghadapi tantangan khusus selama Ramadan, karena mereka perlu memantau kadar gula darah dan penggunaan insulin secara konsisten.
Sebelum mulai berpuasa, sebaiknya para diabetisi berkonsultasi dulu dengan dokter. Puasa bisa mempengaruhi tubuh dengan berbagai cara, sehingga obat mungkin perlu diatur ulang.
Sangat penting bagi diabetisi untuk mengetahui tanda-tanda hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) dan hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi) untuk dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman.
Jika anda menggunakan insulin atau obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia misalnya glibenklamid, pastikan anda mengenali tanda dan gejalanya.
Bila gejala hipoglikemia muncul, anda harus segera membatalkan puasa dan menanganinya seperti biasanya.
Tanda-tanda hipoglikemia diantaranya adalah berkeringat, gemetar, denyut nadi cepat, detak jantung meningkat, mudah marah, cemas, pusing, kesemutan pada bibir, lelah.
Sumber:




