Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

ABK Terakhir Korban Perahu Karam di Perairan Gresik Ditemukan Meninggal Dunia

ABK Terakhir Korban Perahu Karam di Perairan Gresik Ditemukan Meninggal Dunia

Petugas mengevakuasi jenazah Ajib ABK korban perahu karam ke darat.--

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Tim SAR gabungan menemukan Ajib (66), anak buah kapal (ABK) terakhir perahu karam di perairan Gresik dalam keadaan tewas, sekitar pukul 08.15 WIB, Rabu 6 Mei 2026. Penemuan jenazah korban terakhir itu pun menutup operasi pencarian di hari keempat.

Kepala Pelaksana BPBD Gresik, Sukardi mengatakan, Ajib ditemukan berkat informasi dari kapal yang melintas. Tim gabungan pun langsung menindaklanjuti informasi dugaan keberadaan korban tersebut.

BACA JUGA:Korban Tewas Perahu Besi Tua Karam di Gresik Bertambah Jadi 2, 1 ABK Ditemukan Mengapung


Mini Kidi Wipes.--

“Pukul 06.15 WIB kami menerima info dari kapal yang melintas bahwa ditemukan adanya tanda-tanda korban,” kata Sukardi saat dikonfirmasi.

Setelah dievakuasi ke darat, jenazah korban langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina untuk diperiksa lebih lanjut. Ajib menjadi korban ketiga yang tewas dari lima ABK yang berada dalam perahu muatan 3 ton besi tua yang karam, pada malam hari Sabtu 2 Mei 2026. 

BACA JUGA:Perahu Muat Besi Tua Karam di Perairan Gresik, 1 ABK Tewas dan 2 Hilang

“Pukul 09.10 WIB Operasi SAR resmi ditutup dengan hasil telah ditemukan tiga korban dalam keadaan meninggal dunia,” tuturnya. 

Penemuan korban terakhir itu menyusul evakuasi ABK bernama Halimi (32) dan Sukir (42) dalam keadaan tewas. Sementara 2 korban lainnya, Yusuf (45) dan Abdul Alim (31) berhasil diselamatkan kapal yang melintas beberapa saat usai insiden. 

Kasatpolairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita menjelaskan, perahu yang berisi 5 ABK itu awalnya berangkat dari wilayah Lumpur, Gresik menuju Kamal, Madura untuk membeli besi tua, Sabtu malam. 


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

“Perahu berangkat sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian kembali sekitar pukul 19.00 WIB dengan muatan kurang lebih 3 ton besi tua,” kata AKP Nyoman Ardita.

Saat melintas di perairan depan pelabuhan umum Gresik sekitar pukul 21.00 WIB, perahu itu diduga kemasukan banyak air akibat gelombang dari kapal lain yang melintas. Hingga akhirnya tenggelam. 

“Setelah perahu kemasukan air, kemudian miring. ABK panik dan akhirnya perahu tenggelam,” tuturnya.(rez)

Sumber: