new idulfitri

BMKG Juanda Wanti-wanti Kemarau 2026 di Jatim, Puncak Agustus dan Risiko Karhutla

BMKG Juanda Wanti-wanti Kemarau 2026 di Jatim, Puncak Agustus dan Risiko Karhutla

Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan beri imbauan potensi kemarau dan El Nino di Jatim.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – BMKG Juanda memperingatkan potensi musim kemarau 2026 di Jawa Timur dengan puncak pada Agustus dan risiko kekeringan serta kebakaran hutan meningkat, Jumat 27 Maret 2027.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mulai memberikan sinyal kewaspadaan menghadapi musim kemarau 2026 di Jawa Timur.


Mini Kidi Wipes.--

Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan dinamika suhu muka laut di Samudra Pasifik masih berkembang.

"El Nino sudah terpantau pada Maret ini, tapi skalanya masih menunggu rilis resmi di pertengahan tahun. Karena pergerakannya dinamis," ujar Taufiq, saat ditemui usai menghadiri Rakor bersama Gubernur Jatim Khofifah dan Kepala BNPB terkait dampak hidrometrologi dan potensi bencana musim kemarau, di Gedung Negara Grahadi, Jumat, 27 Maret 2027.

BACA JUGA:Surabaya dan Sidoarjo Awali Hari dengan Langit Berawan Tebal, BMKG Ingatkan Potensi Perubahan Cuaca Mendadak

Selain itu, BMKG telah memetakan gambaran umum musim kemarau di Jawa Timur dengan puncak diprediksi terjadi pada Agustus.

"Wilayah-wilayah yang memasuki puncak kemarau di bulan Agustus itu menjadi perhatian utama kami. Karena di fase itulah potensi dampak seperti kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan meningkat," jelas Taufiq.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Surabaya Raya Senin 10 Maret 2026: BMKG Peringatkan Hujan dan Angin Kencang Masih Berpotensi

Sementara itu, BMKG menekankan pentingnya pemantauan arah dan kecepatan angin sebagai faktor utama dalam penanganan karhutla.

"Karhutla itu sangat dipengaruhi arah dan kecepatan angin. Jadi saat ada titik api, kita bisa prediksi ke mana rambatannya, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran," imbuh Taufiq.


Gempur Rokok Ilegal -----

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah daerah dan tim penanggulangan bencana perlu diperkuat untuk mengantisipasi potensi kebakaran besar seperti tahun 2023.

"Semoga dengan koordinasi yang baik, Jawa Timur tetap kondusif di musim kemarau tahun ini," pungkasnya. (Ain)

Sumber: