Geopolitik Global Memanas, Jatim Gerak Cepat Susun Mitigasi Ekonomi dan Sosial
Gubernur Khofifah ajak kepala daerah Jatim mitigasi dampak geopolitik global.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemprov Jawa Timur menyiapkan langkah mitigasi dampak geopolitik global terhadap sektor ekonomi dan sosial melalui koordinasi bersama kepala daerah se-Jatim di Gedung Negara Grahadi, Kamis 26 Maret 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya langkah cepat menghadapi potensi lonjakan harga energi, gangguan distribusi, dan tekanan inflasi.

Mini Kidi Wipes.--
"Dinamika geopolitik global ini berpotensi mengganggu sektor energi, pangan, dan logistik. Ini risiko nyata yang harus kita antisipasi bersama," ujarnya.
Pemprov Jatim memperkuat sektor pangan melalui peningkatan produksi dan distribusi lewat program Jatim Agro-Hub serta operasi pasar dan pasar murah di 38 kabupaten dan kota.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Tinjau Banjir Pasuruan, Pemkot Fokus Penanganan dan Solusi Jangka Panjang
Cadangan pangan juga diperkuat melalui optimalisasi stok beras pemerintah daerah.
"Ketahanan pangan bukan pilihan, tapi keharusan strategis," tegasnya.
Di sektor energi, pemerintah memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap aman termasuk saat Lebaran.
BACA JUGA:Khofifah Tinjau Banjir Rejoso Pasuruan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang
Selain itu, pengembangan energi baru terbarukan terus dipercepat dengan kapasitas lebih dari 700 MW.
Pemprov Jatim juga menyiapkan bantalan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.
Langkah tersebut meliputi relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM, bantuan sosial seperti PKH Plus dan BLT buruh, dukungan bagi disabilitas dan masyarakat miskin, serta program permodalan usaha kecil.

Gempur Rokok Ilegal -----
Selain itu, efisiensi anggaran dilakukan melalui kebijakan work from home, pengurangan perjalanan dinas, dan pemanfaatan rapat daring.
Meski menghadapi ketidakpastian global, kondisi ekonomi Jawa Timur dinilai masih kuat dengan kontribusi besar terhadap ekonomi nasional.
Khofifah mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena stok dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
BACA JUGA:Jelang Idulfitri, Khofifah Sowan ke Tebuireng dan Tambakberas Jombang
"Dengan sinergi yang kuat, Jawa Timur tidak hanya mampu bertahan, tapi juga bisa mengambil peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi," tukasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyebut konsumsi domestik menjadi penopang ketahanan ekonomi nasional.
"Dengan konsumsi domestik yang kuat, kita masih cukup resilien. Tapi sektor unggulan tetap perlu diwaspadai," tandasnya. (Ain)
Sumber:







