Resonansi Makna Dalam Panasnya Geopolitik
--
Oleh: Mu'isyul Haq Al-Hasany SPd MPd
Ustaz & Entrepreneur
HARI-hari ini warga dunia dipertontonkan aksi perang 'over there' dengan amunisi rudal dan kecepatan.
Kalangan ahli mengkhawatirkan peningkatan ekskalasi perang dan perluasan wilayah perang.
Sebagai warga NKRI, apa yang paling utama dilakukan di masa seperti ini, apakah persiapan keamanan sebelum perang, seperti membuat bunker, ataukah ada yang lebih powerful untuk dilakukan dalam rangka pertahanan.
Dalam konteks hari ini, persaingan militer antar negara semakin ketat. Banyak pihak mengkhawatirkan peperangan besar. Seolah prioritas pemerintah di banyak negara adalah persiapan militer.
Meskipun demikian, program-program membangun negeri yang merupakan stabilitas dan soft power suatu negara, tetaplah perlu dilaksanakan dan digelorakan.
Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah (HR Bukhari & Ahmad). "Gambaran Nabi Muhammad SAW dalam hadits tersebut adalah tentang hari yang lebih besar dan berat dibandingkan ekskalasi perang.
Dalam kondisi kiamat yang terjadi, Nabi Muhammad SAW memerintahkan tetap menanam bibit yang ada di tangannya. Ini mengandung makna, bahwa dalam konteks sekarang, program-program membangun negeri haruslah tetap dijalankan.
Prioritas pogram membangun negara di negara maju seringkali adalah teknologi militer. Di puncaknya, teknologi militer terbesar saat ini adalah nuklir. Nuklir adalah opsi yang sangat berbahaya bagi kemanusiaan seluruh dunia.
Maka setiap negara yang memiliki senjata nuklir perlu untuk menghindari penggunaan nuklir. Kekuatan utama mencegah penggunaan nuklir adalah dengan mengupayakan kesejahteraan warga dunia.
Untuk membangun kesejahteraan, nilai terbesar yang dibutuhkan adalah nilai makna kehidupan. makna kehidupan meliputi aspek fisik dan ketentraman jiwa. Memimpin negara dengan makna kehidupan akan memprioritaskan pembangunan fisik dengan fokus pada pendidikan, riset, industri, inovasi, perundang undangan penegakan dan hukum.
Selain pembangunan fisik, makan kehidupan juga adalah tentang kesejahteraan jiwa. Spiritualitas menjadi perlu dihidupkan. Ibadah dan hubungan transendental lebih ditingkatkan dan dikaji. Sumber makna kehidupan adalah Alquran dan petunjuk Rasul-Nya.
Makna kehidupan Qur'ani adalah kehidupan yang mengutamakan akhirat. Khalid bin Walid ketika perang Yarmuk menjelang terjadi, beliau menemui Raja Romawi di tendanya. Raja Romawi menawarkan uang agar Khalid bin Walid pulang kembali ke Makkah.
Sumber:







