Volume Kendaraan di Surabaya Melonjak Jelang Lebaran, Dishub Atur Ritme Lampu Lalin
Kepadatan volume kendaraan di Jalan Basuki Rahmat.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol Kota Pahlawan mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini terpantau terutama pada sore hari, saat volume kendaraan warga yang pulang kerja berbarengan dengan masyarakat yang mencari takjil atau menuju pusat perbelanjaan menjelang waktu berbuka puasa.
Salah satu titik yang paling mencolok berada di kawasan Jalan Basuki Rahmat. Antrean kendaraan tampak memular, terutama di akses menuju pusat perbelanjaan di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Antisipasi Kepadatan Belanja Lebaran, Dishub Surabaya Tata Parkir di Kawasan Pertokoan

Mini Kidi Wipes.--
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengungkapkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh pola pergerakan masyarakat yang terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan.
"Menjelang waktu berbuka, pergerakan kendaraan meningkat karena banyak warga pulang kerja serentak. Kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan utama dan kawasan mal mengalami kepadatan," terangnya.
BACA JUGA:Dishub Surabaya Perketat Ramp Check Bus di Terminal Tambak Osowilangun Jelang Mudik
Untuk mengurai benang kusut kemacetan tersebut, Dishub Surabaya tidak bekerja sendiri. Mereka terus berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Surabaya untuk melakukan penjagaan dan pengaturan di titik-titik rawan.
Pantauan arus lalu lintas dilakukan secara real-time melalui jaringan kamera pengawas (CCTV) yang terintegrasi dengan sistem Surabaya Intelligent Transport System (SITS). Pusat kendali yang bermarkas di Terminal Bratang tersebut menjadi operator dalam mengatur ritme lampu lalu lintas di seluruh kota.
Trio menjelaskan, memasuki jam sibuk sore hari mulai pukul 15.00, petugas mulai melakukan intervensi. Prioritas diberikan pada arus kendaraan yang mengarah keluar kota atau menuju wilayah selatan Surabaya.

Gempur Rokok Ilegal.--
"Pengaturan dilakukan dengan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas. Pada jalur tertentu, waktu lampu hijau diperpanjang untuk memperlancar arus kendaraan yang menjadi prioritas," jelasnya.
Meski kebijakan ini berisiko menimbulkan kepadatan di jalur sirip atau jalur pendukung lainnya, langkah tersebut dinilai paling efektif untuk mencegah stagnasi di jalur utama.
BACA JUGA:Cegah Pemalsuan, Dishub Surabaya Luncurkan Voucher Parkir Berstandar Peruri
Sumber:





