Digitalisasi Parkir Surabaya Memanas, Dewan Desak Penutupan Lokasi yang Masih Terima Tunai
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Implementasi parkir nontunai di Surabaya memasuki babak baru yang lebih tegas. Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak segan mengambil langkah drastis terhadap pengelola parkir yang membandel. Jika masih ditemukan praktik pembayaran tunai, lokasi parkir tersebut didesak untuk ditutup.
Sebagaimana diketahui, mulai April 2026, Surabaya resmi memberlakukan digitalisasi parkir secara menyeluruh. Kebijakan ini menyasar parkir di tepi jalan umum (TJU) hingga kantong parkir di tempat usaha atau warung makan. Tujuannya menekan kebocoran pendapatan daerah dan menciptakan sistem yang lebih akuntabel.
BACA JUGA:Sikat Parkir Liar di Jalan Tidar, Polsek Bubutan Amankan Jukir Tanpa Atribut Resmi

Mini Kidi Wipes.--
Saat ini, masa sosialisasi tengah berjalan meski diwarnai dinamika yang cukup keras. Di kawasan Manyar Kertoarjo misalnya, proses edukasi digitalisasi ini sempat berujung pada aksi kekerasan yang memakan korban.
"Kalau masih ada pelaku usaha parkir yang masih menerima uang tunai, maka saya berharap lokasi parkirnya yang ditutup," tegas Arif Fathoni, Rabu 8 April 2026.
BACA JUGA:Datangi Sosialisasi Parkir Digital di Surabaya, Pimpinan Forjustice Dikeroyok Jukir
Pria yang akrab disapa Toni ini menekankan bahwa sanksi tidak boleh hanya menyasar juru parkir (jukir). Menurutnya, pemilik usaha harus memiliki kesadaran kolektif untuk mendukung kebijakan pemerintah.
"Kalau hanya jukir yang disanksi, tidak akan menimbulkan efek jera. Pemilik usaha harus bertanggung jawab memastikan sistem nontunai berjalan di lokasinya," imbuhnya.
Politikus Partai Golkar tersebut menyayangkan adanya gesekan fisik dalam proses sosialisasi. Ia mengecam segala bentuk kekerasan di lapangan.
BACA JUGA:Surabaya Menuju Parkir Nontunai Voucher Digital, Berlaku Akhir April 2026
Menurutnya, setiap perubahan kebijakan memang selalu memicu pro dan kontra. Namun, ia mengajak semua pihak untuk melihat asas manfaat yang lebih luas.
"Digitalisasi parkir ini adalah ikhtiar Wali Kota untuk mengurai benang kusut perparkiran yang tidak pernah selesai dari kepemimpinan-kepemimpinan sebelumnya," jelas Toni.
Ia meyakini, langkah ini merupakan jawaban atas keresahan masyarakat terhadap problematika parkir yang selama ini terjadi di Surabaya.
Sumber:







