Malam Selawe di Gresik Dibanjiri Warga, Bupati Ajak Lestarikan Tradisi Sejak Zaman Sunan Giri
Bupati dan Wakil Bupati Gresik bersama Forkopimda ziarah makam Sunan Giri saat malam selawe. --
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Ribuan warga memadati Masjid Ainul Yaqin di area Makam Sunan Giri, Kecamatan Kebomas, di momen malam selawe, Sabtu 14 Maret 2026. Meski gerimis, warga tetap khidmat mengikuti rangkaian ibadah dan doa bersama di pengujung bulan Ramadan.
Tak hanya warga Gresik, tradisi yang telah berlangsung berabad-abad sejak zaman Sunan Giri itu juga dihadiri warga dari luar daerah. Tujuannya yakni untuk bermunajat dan membaca 1.000 Surat Al-Ikhlas bersama-sama dengan jamaah lain.
BACA JUGA:Polres Gresik Pastikan Tradisi Malam Selawe 2026 di Makam Sunan Giri Berjalan Aman dan Kondusif

Mini Kidi Wipes.--
“Dengan harapan mendapat berkah melalui doa-doa di malam Lailatulqadar,” kata M. Aris, warga Kabupaten Tuban yang datang sejak siang hari untuk mengikuti malam selawe.
Sejak mondok di Gresik beberapa tahun lalu, mahasiswa kampus negeri di Surabaya itu mengaku rutin menghadiri tradisi malam ganjil tersebut. Selain untuk berdoa, ia juga rindu dengan makanan di Kota Pudak.
BACA JUGA:Patroli Polres Gresik Amankan 21 Pelajar Konvoi Sahur on the Road
Memang, di malam selawe kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menyediakan 2.000 porsi nasi kebuli dan 500 kupat ketheq bagi masyarakat. Sebab, baik tradisi Malam Selawe maupun Kupat Ketheg telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Asluchul Alif juga menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. Bupati dan rombongan pun tampak berziarah ke Makam Sunan Giri.
“Niat kita malam ini adalah beriktikaf untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar. Semoga Gresik semakin aman, kondusif, serta terbuka pintu rezeki bagi masyarakat,” ujar Yani.
BACA JUGA:30 Insan Pariwisata dan Budayawan Gresik Terima Penghargaan dari Pemkab
Menurutnya, malam selawe merupakan tradisi spiritual yang harus terus dijaga dan dilestarikan masyarakat Gresik. Ia mengajak masyarakat untuk tetap istiqomah menjaga tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tersebut.
“Semoga kita tetap istiqomah menjaga tradisi yang sudah berlangsung berabad-abad dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Semoga kita bisa kembali bertemu di bulan Ramadan tahun depan,” harapnya.

Gempur Rokok Ilegal.--
Sumber:





