Usut Tuntas Sindikat SK ASN Palsu, Kapolres Gresik Minta Korban Segera Melapor
Kantor Pemkab Gresik.--
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polisi mulai menyelidiki dugaan penipuan SK pengangkatan ASN yang dialami belasan warga Kota Pudak. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.
“Sudah kami koordinasikan dengan Pemda Kabupaten Gresik untuk menyelidiki terkait dugaan penipuan dengan modus penerimaan PNS tersebut,” kata AKBP Ramadhan, Kamis 9 April 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Saat ini, katanya, polisi telah mengantongi sejumlah data untuk dilakukan pendalaman. Kendati begitu, pihaknya belum dapat merinci terkait adanya dugaan pembayaran uang yang dilakukan korban serta identitas pelaku penipuan.
"Kami sudah mendapatkan beberapa data dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.
BACA JUGA:Satlantas Polres Gresik Raih Predikat Teraktif 2 dari Polda Jatim, Bukti Konsistensi Kinerja
Pihaknya pun meminta masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor ke kepolisian agar kasus tersebut dapat segera diusut penyidik kepolisian.
“Kalau memang ada masyarakat yang menjadi korban dengan kasus yang sama, silakan datang ke Polres Gresik atau melapor melalui kanal ‘Lapor Pak Kapolres Cak Rama’,” ucap Ramadhan.
Belasan warga Gresik itu diduga menjadi korban pendaftaran ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Salah satu korban bahkan sempat masuk kerja di kantor Pemkab Gresik, pada Senin 6 April 2026.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Korban merupakan seorang perempuan berinisial SE, warga Kecamatan Kedamean. Ia ngantor berseragam ASN lengkap dan membawa SK pengangkatan ASN yang ternyata palsu.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Protokol dan Pimpinan (Prokopim) Setda Gresik, Imam Basuki. Ia mengatakan, bahwa korban bahkan sempat mengikuti apel pagi layaknya ASN lain.
“Awalnya saya kira ada PNS yang dimutasi ke Prokopim. Tapi yang bersangkutan mengaku ditempatkan di Bagian Humas, padahal sudah tidak ada,” kata Imam Basuki.
Sumber:







