selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Kisah Tiga Hamba Menjemput Keyakinan Baru, Antara Mimpi Lama dan Kesadaran Diri

Kisah Tiga Hamba Menjemput Keyakinan Baru, Antara Mimpi Lama dan Kesadaran Diri

Momen Nyoman Putri Septa Ayu, Iqbal Pambudi Sutomo, dan Reno Andriawan ikrar masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya saat peringatan Isra Mikraj.-Faisal Danny-

Gema selawat dan suasana khidmat peringatan Isra Mikraj di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menjadi saksi bisu sebuah titik balik kehidupan. 

Di hadapan ribuan jemaah yang memadati ruang utama, tiga orang melangkah maju bukan sekadar untuk merayakan hari besar, melainkan untuk memulai babak baru dalam perjalanan spiritual mereka.

BACA JUGA:Perjalanan Spiritual Annis dari Tanah Suci ke Tuban, Menjemput Hidayah Melalui Jejak Sunan Bonang

Ketiga mualaf tersebut membawa latar belakang yang beragam. Nyoman Putri Septa Ayu N (24), seorang perempuan asal Karangpilang, Surabaya, yang sebelumnya menganut Hindu; Iqbal Pambudi Sutomo (28), pemuda asal Sidoarjo yang sebelumnya beragama Kristen Protestan; serta Reno Andriawan (30), pria asal Malang yang sebelumnya memeluk Katolik.

BACA JUGA:Perjalanan Tabitha Menuju Rumah Kedamaian, Simfoni Iman yang Sempat Terguncang

Prosesi pengucapan dua kalimat syahadat berlangsung sakral di bawah panduan Imam Salat Jumat Masjid Al-Akbar Dr KH A Nasikh Hidayatullah Alhafidz.

Di sampingnya, Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola Masjid (BPP MAS) H Helmy M Noor beserta ribuan mata jemaah turut menjadi saksi ikrar tersebut. Bagi Nyoman Putri Septa Ayu, momen ini adalah perwujudan dari mimpi yang telah lama ia simpan dalam diam. 

BACA JUGA:Perjalanan Marry Diana Menjemput Cahaya Islam, Dawai Hidayah dalam Al-Fatihah

Meskipun kini ia menjadi satu-satunya anggota keluarga yang memeluk Islam, ia menegaskan bahwa langkah ini diambil dengan penuh kesadaran.

“Saya masuk Islam tanpa paksaan siapa pun. Ini keputusan yang saya ambil sendiri,” kata Nyoman yang saat ini meniti karier di Tuban.

BACA JUGA:Perjalanan Bobby Lubis Temukan Rumah di Dalam Islam, Saat Cinta Membuka Pintu Langit

Lain lagi dengan cerita Iqbal Pambudi Sutomo. Baginya, Islam bukanlah sesuatu yang asing, melainkan rumah lama yang baru saja ia temukan kembali kuncinya. 

Tumbuh dalam lingkungan keluarga dengan orang tua yang berbeda keyakinan membuatnya sempat berada di persimpangan jalan.

BACA JUGA:Perjalanan Sunyi Andik Mencari Kebenaran Iman, Gagal Jadi Pastor Malah Temukan Islam

Sumber:

Berita Terkait