Kisah Tiga Hamba Menjemput Keyakinan Baru, Antara Mimpi Lama dan Kesadaran Diri
Momen Nyoman Putri Septa Ayu, Iqbal Pambudi Sutomo, dan Reno Andriawan ikrar masuk Islam di Masjid Al-Akbar Surabaya saat peringatan Isra Mikraj.-Faisal Danny-
“Ayah saya seorang Muslim, tetapi sudah meninggal. Ibu saya non-Muslim, sehingga sejak kecil saya mengikuti beliau. Namun sebenarnya saya merasa memiliki kedekatan dengan Islam sejak kecil,” tuturnya dengan nada penuh haru.
Sementara itu, Reno Andriawan menepis anggapan bahwa keputusannya berpindah keyakinan hanya karena faktor asmara. Meski calon istrinya adalah seorang Muslim, Reno mengaku bahwa gejolak pencarian batinnya sudah dimulai jauh sebelum rencana pernikahan itu ada.
BACA JUGA:Perjalanan Iman dan Toleransi Tanjaya, Cahaya Hati di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
“Ayah saya dulu Muslim lalu berpindah ke Katolik, sedangkan saya mengikuti ibu. Sekitar lima tahun terakhir saya sudah jarang ke gereja. Sekarang memang bertemu calon istri yang Muslim, tetapi keputusan ini merupakan hasil proses yang sudah lama saya jalani,” ujarnya.
BACA JUGA:Perjalanan Fransiskus Hermawan Priyono Menjadi Imam Keluarga, Tangis Bahagia di Sajadah Subuh
Kisah ketiganya menjadi catatan manis dalam peringatan Isra Mikraj tahun ini. Di balik megahnya arsitektur Masjid Al-Akbar, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi siapa saja bahwa perjalanan menemukan keyakinan adalah sebuah rute personal yang penuh liku, namun selalu berujung pada kedamaian bagi mereka yang telah menetapkan hati. (fdn/nov)
Sumber:





