Safari Ramadan Tangguh Bencana, BPBD Ajak Pelajar Tulungagung Siap Hadapi Bencana
Para siswa antusias mengikuti kegiatan.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bulan Ramadan dimanfaatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung untuk mengedukasi generasi muda agar lebih siap menghadapi Bencana.
Melalui program Safari Ramadan Tangguh Bencana, para siswa sekolah dasar diajak belajar mengenali potensi bencana hingga cara menyelamatkan diri saat kondisi darurat.
Kegiatan terbaru digelar di SDN 2 Pakisrejo, Kecamatan Tanggunggunung. Dalam kegiatan tersebut, puluhan siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan petugas BPBD.
BACA JUGA:BPBD Tulungagung Temukan Satu Bangunan SD Rusak, Imbas Gempa 5,5 Magnitudo di Pacitan

Mini Kidi Wipes.--
Mereka dikenalkan berbagai jenis bencana hidrometeorologi seperti banjir, sekaligus mendapat penjelasan langkah-langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

Gempur Rokok Illegal--
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kebencanaan sejak usia dini.
“Melalui Safari Ramadan Tangguh Bencana ini kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa tentang potensi bencana yang bisa terjadi di sekitar mereka, seperti banjir dan gempa bumi. Yang terpenting adalah bagaimana mereka tahu cara menyelamatkan diri,” ujar Sudarmaji, Jumat, 6 Maret 2026.
BACA JUGA:Siaga Kemarau, BPBD Tulungagung Siapkan Puluhan Tandon Air untuk Wilayah Rawan Kekeringan
Dalam sesi edukasi tersebut, para siswa juga diajarkan berbagai langkah praktis saat terjadi gempa bumi. Misalnya berlindung di bawah meja yang kokoh, tetap tenang, serta mengikuti jalur evakuasi yang sudah ditentukan di lingkungan sekolah.
Tak hanya itu, petugas BPBD juga mengenalkan rute evakuasi serta titik aman yang bisa digunakan jika terjadi keadaan darurat. Dengan cara ini diharapkan para siswa tidak panik dan bisa mengambil langkah yang tepat saat bencana terjadi.
“Anak-anak perlu tahu jalur evakuasi di sekolahnya. Ketika ada gempa misalnya, mereka bisa berlindung terlebih dahulu kemudian keluar melalui jalur evakuasi menuju titik aman,” tambah Sudarmaji.
Sumber:




