HPN 2026

Polres Pasuruan Dukung KUR dan Serapan Jagung Petani Agar Terhindar dari Tengkulak

Polres Pasuruan Dukung KUR dan Serapan Jagung Petani Agar Terhindar dari Tengkulak

Jajaran Polres Pasuruan mengikuti rapat koordinasi lintas sektor ketahanan pangan.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Polri memperkuat ketahanan pangan nasional melalui fasilitasi Kredit Usaha Rakyat dan penyerapan hasil panen jagung petani oleh Perum Bulog agar terhindar dari praktik tengkulak, Selasa 10 Februari 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi Polri bersama Kementerian Pertanian, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak, dan Himpunan Bank Milik Negara yang digelar di Mabes Polri.


Mini Kidi--

Rapat dipimpin Karobinkar SSDM Polri Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan dan diikuti seluruh gugus tugas ketahanan pangan Polda se-Indonesia secara daring.

Brigjen Langgeng mengatakan rapat tersebut menjadi sarana konsolidasi dan evaluasi kinerja tahun sebelumnya sekaligus menyiapkan strategi penguatan ekosistem pertanian jagung pada 2026.

BACA JUGA:269 Calon Jemaah Haji Kota Pasuruan Siap Berangkat Tahun 2026

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya. Indonesia berhasil tanpa impor jagung pakan ternak pada 2025 sehingga kolaborasi ini harus diperkuat agar capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada 2026,” ujarnya.

Di sisi hulu, Polri berperan sebagai penghubung antara kelompok tani dan perbankan untuk mengatasi kendala permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat yang melibatkan Himbara.

BACA JUGA:Pemuda Grati Gagal Gondol Motor Petani Nguling

Melalui fasilitas tersebut, petani jagung didorong kembali menanam dan memperluas lahan, seperti yang telah berjalan di wilayah Nagreg dan Ciamis Jawa Barat.

Senior Vice President BRI Danang Andi Wijanarko yang mewakili Himbara menyampaikan bahwa pada 2026 BRI menyiapkan plafon pembiayaan KUR Mikro sebesar Rp180 triliun untuk sektor pertanian termasuk jagung pakan ternak.

Sementara di sisi hilir, Polri bersama Perum Bulog memastikan hasil panen petani terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

BACA JUGA:Nelayan Asal Semare Hilang Tergulung Ombak di Perairan Kalirejo Pasuruan

Pengadaan jagung Bulog tahun 2026 menargetkan 1 juta ton untuk cadangan pangan pemerintah dengan harga Rp6.400 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah.

“Fokus kami menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai HPP. Di sejumlah wilayah kolaborasi ini sudah berjalan dengan harga Rp6.400 per kilogram,” kata Brigjen Langgeng.

Di Kabupaten Pasuruan, Polres Pasuruan turut mendukung program ketahanan pangan melalui pendampingan dan pengawalan terhadap petani jagung.

BACA JUGA:Satlantas Polres Pasuruan Gelar Ramp Check Angkutan Umum di Terminal Pandaan

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan pihaknya siap menjadi penghubung antara petani, perbankan, dan Bulog agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak.

“Kami di Polres Pasuruan mendukung penuh program ketahanan pangan Polri. Petani jagung harus mendapatkan akses modal yang mudah serta kepastian harga saat panen,” ujarnya.

BACA JUGA:Polres Pasuruan Gelar Kerja Bakti Dukung Gerakan Indonesia ASRI Bersama Masyarakat

Menurutnya, pengawalan dari hulu ke hilir menjadi kunci agar program KUR dan penyerapan hasil panen benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Polri menargetkan ekosistem pertanian jagung pakan ternak semakin kuat dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional termasuk di Kabupaten Pasuruan. (kd/mh)

Sumber: