Terdiagnosis Kanker Rektum, Warga Bojonegoro Rasakan Manfaat Layanan JKN
Kamim, peserta JKN asal Bojonegoro, menjalani perawatan kanker rektum.--
BOJONEGORO, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kamim Hariyadi (58), warga Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, didiagnosis kanker rektum setelah mengalami pendarahan dan penurunan berat badan, lalu menjalani pengobatan dengan memanfaatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional.
Awalnya, Kamim merasakan ketidaknyamanan di perut bagian bawah yang ia anggap sebagai gangguan pencernaan biasa hingga akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Mini Kidi--
“Hasil pemeriksaan membuat saya panik dan khawatir, terutama soal biaya pengobatan. Namun penjelasan tim medis di puskesmas membuat saya tenang karena semua biaya dijamin penuh melalui layanan JKN,” ujar Kamim.
Selanjutnya, ia dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, mulai dari CT scan, biopsi, hingga operasi dan kemoterapi, yang seluruhnya dapat diakses tanpa biaya besar.
BACA JUGA:Peserta PBI JKN Dinonaktifkan? Ini Penjelasan dan Cara Aktifkan Kembali Menurut BPJS Kesehatan
“Kalau harus bayar sendiri, mungkin saya sudah menyerah sejak awal. Sejak awal BPJS Kesehatan hadir, saya sudah menjadi peserta. Menurut saya, layanan JKN fokus pada penyembuhan tanpa membuat pasien cemas soal biaya,” katanya.
Selama masa perawatan, Kamim menjalani operasi pengangkatan tumor dan terapi lanjutan yang berlangsung berbulan-bulan, menguras energi fisik maupun mental.
Kamim menambahkan, dukungan keluarga serta kemudahan layanan JKN menjadi kekuatan tersendiri selama menjalani perawatan, ditambah pelayanan tim medis yang komunikatif dan tidak membeda-bedakan pasien.
BACA JUGA:Tidak Rumit, Tidak Lama: Putri Buktikan Skrining JKN Sangat Membantu
Kini, kondisi Kamim berangsur membaik dan ia rutin menjalani kontrol bulanan ke fasilitas kesehatan meski masih dalam pemantauan jangka panjang.
“Saya juga memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk antrean online karena sangat membantu. Semoga pengalaman saya menjadi bukti pentingnya menjadi peserta JKN, karena penyakit bisa datang tanpa diduga,” tutup Kamim. (top)
Sumber:
