PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kabupaten Pasuruan berhenti beroperasi sementara akibat kendala modal karena tidak adanya top up dana dari Badan Gizi Nasional, Kamis 5 Februari 2026.
Penghentian operasional tersebut terjadi di sebagian besar dapur SPPG yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan sejak pagi hari.

Mini Kidi--
Informasi yang dihimpun Memorandum menyebutkan, dari total 69 SPPG yang terdata secara internal di Pemerintah Kabupaten Pasuruan, baru sekitar 51 SPPG yang sempat beroperasi.
Dari jumlah tersebut, bahkan ada SPPG yang baru berjalan selama tiga hari, seperti SPPG di Jalan Tongkol, Dermo, Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang berada di bawah kendali Yayasan Karunia Jaya Sejahtera.
BACA JUGA:SPPG Polres Pasuruan Kota Mulai Salurkan MBG untuk Pelajar
Menurut penanggung jawab SPPG Dermo, Evarda, terhentinya penyaluran MBG disebabkan saldo dana yang tidak mengalami penambahan dari Badan Gizi Nasional.
“Kami sendiri tidak tahu alasan pastinya. Kemarin dana top up kami tidak bertambah, sehingga kami tidak bisa menjalankan operasional MBG ini,” ujar Evarda.
BACA JUGA:Bupati Pasuruan Sidak Dapur SPPG, Minta Masyarakat Lapor Bila Menu MBG Tak Sesuai
SPPG Dermo selama beroperasi mendistribusikan MBG ke 11 lembaga pendidikan yang terdiri dari empat SD, enam TK dan PAUD, serta satu SMP, dengan total penerima manfaat sebanyak 2.600 siswa.
Evarda menambahkan, operasional tidak bisa dilanjutkan apabila saldo dana tidak bertambah dari angka Rp150 juta sesuai kesepakatan awal dengan pihak pusat.
“Kalau anggarannya tidak turun dan saldo dalam periode berikutnya tidak bertambah dari Rp150 juta, maka kami tidak berani menjalankan operasional,” katanya.
BACA JUGA:Program MBG di Pasuruan Bermasalah, Siswa SMKN 1 Bangil Temukan Belatung di Makanan
Sementara itu, bagian eksternal SPPG Dermo, Egi Diar Asmara, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian dari Badan Gizi Nasional, sembari meliburkan sebagian besar karyawan.
“Untuk sementara kami hanya bisa menunggu informasi dari pusat,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dialami SPPG Kalianyar, Bangil. Penanggung jawab SPPG, Fanani, mengakui operasional dapurnya juga diliburkan sementara dan pihak sekolah telah diberi pemberitahuan.
BACA JUGA:PLN Indonesia Power UBP Grati Perkuat Eco Agropreneur Lewat Pelatihan Pupuk Organik
“Karena bantuan keuangan belum berjalan, jadi operasional kami off sementara,” ujar Fanani saat dihubungi.
Penghentian sementara program MBG di Pasuruan disebut tidak hanya terjadi di wilayah tersebut, melainkan juga di Kota Mojokerto dan sejumlah daerah lain akibat kendala pencairan dana serta dampak kasus keracunan di beberapa lokasi. (mh)