Kelurahan Manukan Kulon Surabaya Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Lewat Kampung Tematik
Lurah Manukan Kulon Heny Dwi Aliani dan Camat Tandes Dodot Wahluyo menanam pohon bersama warga.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kelurahan Manukan Kulon Kecamatan Tandes Surabaya mengembangkan Kampung Tematik sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang mendorong kemandirian dan kepedulian lingkungan, Rabu 28 Januari 2026.
Di bawah kepemimpinan Lurah Manukan Kulon Heny Dwi Aliani, wilayah tersebut bertransformasi menjadi pusat inovasi sosial dengan berbagai capaian prestasi di tingkat daerah.

Mini Kidi--
Kelurahan Manukan Kulon tercatat pernah meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas konsistensinya dalam program kelurahan berseri yang diraih secara bertahap mulai dari kategori Pratama, Madya, hingga Mandiri.
Heny menjelaskan setiap wilayah di Manukan Kulon memiliki identitas dan potensi masing-masing yang dikembangkan melalui konsep Kampung Tematik.
BACA JUGA:Menolak Punah! Kampung Tape Tandes Berjuang Lestarikan Kuliner Tradisional di Tengah Gempuran Zaman
“Dari 15 RW yang ada, semuanya punya keunikan dan sumber daya manusia yang dikembangkan, seperti RW 1 fokus pengelolaan sampah, RW 4 budidaya lobster, hingga RW 9 dengan bengkel kreatif,” ujar Heny.
Ia juga memanfaatkan area Kantor Kelurahan Manukan Kulon sebagai sarana edukasi lingkungan bagi warga, khususnya anak-anak.
Di lokasi tersebut dibangun penangkaran hewan seperti iguana, burung, dan ikan untuk mendukung pembelajaran anak usia dini.
BACA JUGA:Potensi Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kampung Katuk Krembangan Utara Surabaya
“Ini menjadi tempat pengenalan lingkungan bagi anak-anak PAUD dan TK agar mereka mengenal alam sejak dini,” jelasnya.
Meski telah meraih berbagai penghargaan, Heny menegaskan pihaknya tidak berpuas diri dan terus mendorong program penguatan ketahanan pangan.
Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan anggota PKK dalam pengembangan hidroponik dan budidaya ikan.
BACA JUGA:Transformasi Kampung Kumuh di Karangpilang Jadi Kampung Sat Set Cuan Inovatif
Menurut Heny, kesadaran lingkungan masyarakat menjadi tujuan utama dari seluruh program pemberdayaan yang dijalankan.
“Filosofi saya sederhana, jika kampungnya bagus yang menikmati adalah warganya sendiri, sehingga sinergi antara RT, RW, dan LPMK menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya. (yat)
Sumber:
