BPBD Tulungagung Temukan Satu Bangunan SD Rusak, Imbas Gempa 5,5 Magnitudo di Pacitan
Petugas BPBD Tulungagung tunjukkan retakan tembok akibat gempa Pacitan.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Getaran gempa bumi yang berpusat di wilayah Pacitan, Jawa Timur pada Selasa 27 Januari 2026 pagi, turut dirasakan hingga Kabupaten Tulungagung.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mencatat, gempa berkekuatan magnitudo 5,5 itu menyebabkan kerusakan pada bangunan sekolah dasar di Desa Talunkulon, Kecamatan Bandung.
BACA JUGA:Tunggu Anggaran Pusat, Kerusakan Pelabuhan Bawean Akibat Gempa Bumi 2024 Bakal Diperbaiki 2026

Mini Kidi--
Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD Tulungagung, gempa terjadi pada pukul 08.20.44 WIB dengan pusat gempa berada di koordinat 8.14 Lintang Selatan dan 111.33 Bujur Timur, atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, membenarkan adanya dampak kerusakan akibat gempa tersebut.
BACA JUGA:Polri Cepat Tanggap Layani Masyarakat Tarakan Pasca Gempa Susulan
“Dari hasil assessment tim di lapangan, ditemukan kerusakan pada ruang kelas 4, 5, dan 6. Kolom bangunan mengalami retak sepanjang 1 sampai 2 meter di tiga titik,” ujar Sudarmaji, ditemui di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso pada Rabu 28 Januari 2026.
Tak hanya itu, lanjut Sudarmaji, lantai ruang kelas 5 dan 6 juga mengalami pergeseran.
Retakan lantai terlihat selebar kurang lebih satu sentimeter dengan panjang mencapai 14 meter. Beberapa plafon di kedua ruang kelas tersebut juga dilaporkan ambrol.
BACA JUGA:Bupati Situbondo Salurkan Bantuan Rp13,6 Juta untuk Korban Gempa Lewat FDS
Meski demikian, BPBD Tulungagung memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat kejadian, aktivitas belajar mengajar tidak berlangsung, sehingga situasi relatif aman,” imbuhnya.
Pasca gempa, BPBD Tulungagung langsung melakukan langkah-langkah cepat dengan memantau kondisi wilayah rawan bencana. Monitoring dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari grup WhatsApp, media sosial, hingga radio komunikasi VHF.
Sumber:
