Hidden Gem Maklon Kosmetik di Tulungagung, Mash Moshem Antar Brand Tembus Pasar Dunia
Helmy Yahya bersama COO MMI, Scorpi Fillia Setri saat menjawab pertanyaan peserta.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di balik ramainya brand kosmetik yang wara-wiri di pasaran, ada satu nama yang jarang terdengar namun perannya sangat vital, yakni PT Mash Moshem Indonesia.
Perusahaan jasa maklon kosmetik yang memiliki factory di Tulungagung ini setia berada di balik layar, memastikan produk-produk kecantikan lahir dengan standar mutu tinggi dan aman digunakan, sehingga klien bisa terus mengembangkan bisnis mereka.
BACA JUGA:Artotel TS Suites Surabaya Gelar Pameran Hidden Potion Tampilkan 26 Karya Seniman Kontemporer

Mini Kidi--
Hal ini terungkap dalam kegiatan Exclusive Business & Factory Visit yang digelar bersama JCI East Java dan Helmy Yahya, Sabtu 24 Januari 2026 kemarin.
Dalam acara tersebut, para peserta dibuat terkejut karena pabrik yang selama ini nyaris tak tersorot publik itu ternyata sudah berdiri sejak 2011, dan menjadi dapur produksi bagi ratusan brand kosmetik, termasuk yang sudah menembus pasar internasional.
BACA JUGA:Fitnah Kosmetik Ilegal dan Isu Suap Rp100 Juta, Pemilik Ayana Store Laporkan Pencemaran Nama Baik
Peserta diajak melihat langsung proses produksi di pabrik bersertifikasi CPKB Grade A dan ISO tersebut. Mulai dari formulasi, proses produksi, hingga quality control, semuanya dilakukan dengan standar ketat. Tak heran jika PT Mash Moshem Indonesia kerap disebut sebagai hidden gem industri kosmetik.
Dalam kunjungan pabrik tersebut, peserta juga melihat bagaimana Mash Moshem tidak hanya menyediakan jasa produksi, tetapi menjadi mitra pertumbuhan brand. Layanannya mencakup pengembangan formula skincare, body care, hair treatment, parfum, baby care, hingga makeup, desain kemasan, produksi massal, pengurusan legalitas, hingga pendampingan pemasaran berupa foto, video produk, dan mentoring bisnis.
Dalam sesi seminar Economic Outlook 2026, Helmy Yahya menyoroti peran penting perusahaan maklon dalam ekosistem industri kecantikan. Menurutnya, banyak brand besar dunia justru tidak memproduksi sendiri produknya.
BACA JUGA:Waspada! BPOM Buru Kosmetik Tanpa Izin Edar, Produk Skincare Ternama Ikut Terseret
“Banyak perusahaan besar pakai jasa maklon. Brand besar rata-rata tidak produksi sendiri, karena membangun pabrik itu sulit dan mahal. Lebih baik diserahkan ke perusahaan yang memang khusus produksi, punya ahli, dan sistem yang siap,” ujar Helmy.
Ia juga menilai keberadaan pabrik kosmetik di daerah seperti Tulungagung justru menjadi kekuatan tersendiri bagi perekonomian lokal.
“Kalau ada produksi di Tulungagung, ini harus disyukuri. Pabrik bisa menyerap tenaga kerja lokal, ada investasi di daerah, dan bisa jadi sarana edukasi bisnis. Kegiatan seperti factory visit ini bisa memunculkan ide-ide usaha baru,” katanya.
Sumber:
