Tekan Volume Sampah ke TPA, Surabaya Irit Rp 6,73 Miliar
Aktivitas pengolahan sampah organik di rumah kompos kawasan Bratang Surabaya.-Arif Alfiansyah-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemkot Surabaya menekan volume sampah yang masuk ke TPA Benowo melalui optimalisasi pengolahan sampah organik di rumah kompos hingga menghemat anggaran Rp 6,73 miliar per tahun, Rabu 14 Januari 2026.
Pemkot Surabaya mencatat produksi sampah harian di Kota Pahlawan mencapai 1.800 ton per hari berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Surabaya.

Mini Kidi--
“Jumlah timbulan sampah kita memang besar, mencapai 1.800 ton per hari,” ujar Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto.
Besarnya volume tersebut disiasati dengan memperkuat penanganan sampah di hulu agar beban pengolahan di hilir, yakni TPA Benowo, tidak semakin berat.
BACA JUGA:Inovasi Bank Sampah Rukmi Surabaya Antarkan Juara Proklim Lestari Tingkat Nasional
Salah satu strategi yang dijalankan adalah mengolah sampah organik menjadi kompos melalui 27 rumah kompos yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya.
Saat ini, total kapasitas pengolahan rumah kompos tersebut mencapai 95,17 ton per hari.
BACA JUGA:Kreativitas Tanpa Batas Warga Mendaur Ulang Sampah di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede
Dedik menjelaskan, bahan baku rumah kompos berasal dari limbah perantingan pohon dan sampah sayuran pasar tradisional.
Rinciannya, sampah perantingan mencapai 90,41 ton per hari, sedangkan sampah pasar sekitar 10,14 ton per hari.
BACA JUGA:Kolaborasi Lurah dan Ketua RW 3 Tambaksari Sulap Tempat Pembuangan Sampah Jadi Area Fungsional
“Limbah ini kami olah menjadi kompos sehingga volume sampah yang dikirim ke TPA otomatis berkurang,” jelasnya.
Sumber:

