selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Ramadan dan Tawuran

Ramadan dan Tawuran

Aris Setyoadji--

Fenomena tawuran remaja yang kembali muncul setiap Ramadan menjadi peringatan dini keamanan wilayah tak terkecuali Kota Surabaya, dan menandai perlunya pendekatan pembinaan sosial yang lebih komprehensif.

Bulan Ramadan semestinya menjadi ruang pendewasaan sosial, terutama bagi remaja.


Mini Kidi Wipes.--

Namun, setiap tahun kota besar seperti Surabaya justru kembali dihadapkan pada fenomena tawuran remaja, perang sarung, hingga konvoi liar yang berujung kekerasan.

Penindakan aparat memang penting, tetapi peristiwa yang berulang menunjukkan adanya persoalan yang lebih struktural dalam pembinaan remaja di ruang keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

Penertiban yang dilakukan aparat kepolisian, termasuk oleh Polrestabes Surabaya, sering kali bersifat responsif.

BACA JUGA:UMKM Jatim di Era Digital, Tanpa Pendampingan akan Tertinggal

Remaja diamankan, barang bukti disita, lalu kasus mereda sementara, namun pola serupa kembali muncul di lokasi dan waktu berbeda.

Selama Ramadan, remaja memiliki waktu luang lebih panjang pada malam hari.

Tanpa ruang ekspresi yang sehat, kondisi ini mudah berubah menjadi ruang konflik akibat minimnya aktivitas alternatif yang terorganisasi.

BACA JUGA:Menjaga Paru-Paru Kota

Pemerintah kota sebenarnya memiliki modal sosial besar melalui jaringan kampung, karang taruna, dan fasilitas publik.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya digerakkan sebagai sistem pencegahan tawuran berbasis komunitas.

BACA JUGA:Parkir, Premanisme, dan Wajah Negara di Ruang Publik

Sekolah juga dinilai tidak boleh lepas tangan, pendidikan karakter tidak cukup berhenti di ruang kelas, melainkan memerlukan kesinambungan pembinaan melalui kolaborasi sekolah, orang tua, dan tokoh masyarakat.

Ramadan sejatinya dapat menjadi momentum koreksi bersama.


Gempur Rokok Illegal--

Tawuran remaja menjadi penanda bahwa strategi keamanan sosial perlu dimulai sebelum konflik terjadi, bukan sekadar mengandalkan penindakan setelah kejadian.

Sumber: