Pemkab Magetan Layangkan SP Rumah Makan Sarangan Diduga Lakukan Gebuk Harga
Kepala Disbudpar Magetan Joko Trihono--
MAGETAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melayangkan surat peringatan kepada rumah makan di kawasan Telaga Sarangan yang diduga melakukan praktik gebuk harga terhadap wisatawan, Selasa 13 Januari 2026.
Surat peringatan tersebut diberikan karena aksi pedagang dinilai merugikan wisatawan, mencederai prinsip perlindungan konsumen, serta berdampak negatif terhadap citra pariwisata Magetan, khususnya kawasan Telaga Sarangan.

Mini Kidi--
“Dari kejadian viral itu, hasil rapat pelaku jasa wisata dan perangkat daerah kemarin, kami merekomendasikan pemberian peringatan kepada rumah makan tersebut agar ke depan mampu memberikan pelayanan yang baik sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen,” kata Kepala Disbudpar Magetan Joko Trihono.
Dalam rangka mewujudkan iklim usaha yang jujur, adil, dan beretika, pemilik rumah makan berinisial PR diwajibkan mencantumkan daftar harga dan menu secara jelas, transparan, serta mudah dibaca oleh konsumen.
BACA JUGA:Malam Tahun Baru Tak Ada Kembang Api di Sarangan Magetan
Selain itu, pelaku usaha diminta menetapkan harga secara wajar, jujur, dan tidak melampaui batas kepatutan dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.
Pemilik rumah makan juga diwajibkan menerapkan prinsip Sapta Pesona dalam melayani pengunjung serta mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan terkait perizinan, kewajiban perpajakan, dan perlindungan konsumen.
BACA JUGA:Kapolres Magetan Terbitkan Imbauan Kamtibmas dan Rekayasa Lalu Lintas Sarangan Selama Nataru
“Hanya peringatan agar rumah makan tersebut melakukan kegiatan pelayanan pariwisata dengan sebaik-baiknya,” imbuh Joko Trihono.
Selain menyurati rumah makan yang bersangkutan, Disbudpar Magetan juga akan memasang banner informasi di sejumlah titik strategis untuk mengedukasi wisatawan agar kejadian serupa tidak terulang.
BACA JUGA:Satlantas Polres Magetan Edukasi Pengunjung Telaga Sarangan pada Ops Zebra Semeru 2025
“Kami desain sebagai upaya peringatan agar wisatawan benar-benar menjadi konsumen yang cerdas,” pungkas Joko Trihono. (sep/rik)
Sumber:
