Cuaca Ekstrem Jatim Dipicu Gelombang Atmosfer Low Frequency

Cuaca Ekstrem Jatim Dipicu Gelombang Atmosfer Low Frequency

BMKG Juanda mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di Jawa Timur periode 11–20 Januari 2026.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di seluruh Jawa Timur berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang selama periode 11–20 Januari 2026, Senin 12 Januari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi puncak musim hujan di Jawa Timur yang diperkuat Monsun Asia.


Mini Kidi--

“Sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan, ditambah pengaruh kuat dari Monsun Asia,” ujarnya.

Selain itu, gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi Jawa Timur turut memperparah kondisi cuaca.

BACA JUGA:UNEJ dan BMKG Segera Jalin MoU, Dorong Pertanian Industrial dan Ketahanan Pangan Berbasis Data Iklim Presisi

“Suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih hangat serta atmosfer lokal yang labil mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab hujan lebat,” tambah Taufiq.

Cuaca ekstrem diperkirakan berpotensi terjadi di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur, meliputi Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Kediri, Lumajang, Malang, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Madiun, Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Pamekasan, Sumenep, Trenggalek, dan Pacitan.

BACA JUGA:BMKG Nganjuk Jelaskan Penyebab Cuaca Ekstrem dan Panas Terik di Indonesia

Sementara itu, wilayah kota yang juga berpotensi terdampak meliputi Kota Batu, Kediri, Pasuruan, Mojokerto, Malang, Blitar, Probolinggo, Madiun, dan Surabaya.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di wilayah bertopografi curam.

BACA JUGA:BMKG Catat 26 Gempa Susulan Usai Guncangan M5,4 di Situbondo

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca terkini melalui radar cuaca WOFI dan kanal resmi BMKG Juanda.

“Kami juga menyediakan peringatan dini tiga harian serta pembaruan prakiraan setiap dua hingga tiga jam,” pungkas Taufiq. (rio)

 
 

Sumber: