Sukses, PG Rejo Agung Baru Madiun Catat Giling Terpanjang dan Produksi Gula Tertinggi dalam Sejarah
GM PG Rejo Agung Baru Madiun, Immam Nur Salamet, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas keberhasilan musim giling 2025.--
MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Keberhasilan Pabrik Gula (PG) Rejo Agung Baru Madiun pada musim giling 2025 dirayakan dengan penuh rasa syukur. Pabrik gula milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menggelar pagelaran wayang kulit sebagai tasyakuran tutup giling, Jumat (9/1) malam.
Pagelaran wayang kulit dengan lakon Pandawa Laku Dharma yang dibawakan dalang Ki Cahyo Kuntadi tersebut digelar di halaman PG Rejo Agung Baru.

Mini Kidi--
Kegiatan ini menjadi simbol keberhasilan sekaligus ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari petani tebu, pemerintah daerah, masyarakat sekitar, hingga Perhutani sebagai mitra strategis perusahaan.
BACA JUGA:Tak Penuhi Unsur Pidana, Pengacara Minta Pelempar Bom Molotov di DPRD Madiun Dibebaskan
General Manager PG Rejo Agung Baru Madiun, Immam Nur Salamet, menyampaikan bahwa capaian gemilang musim giling 2025 tidak lepas dari sinergi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Pagelaran wayang kulit ini dalam rangka tasyakuran tutup giling PG Rejo Agung Baru tahun 2025. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari petani, Pemkot dan Pemkab Madiun beserta masyarakatnya, hingga Perhutani. Alhamdulillah, kami bisa melakukan giling dengan baik,” ujarnya.
Immam mengungkapkan, musim giling 2025 menjadi catatan sejarah tersendiri bagi PG Rejo Agung Baru. Selain menjadi masa giling terpanjang sejak pabrik berdiri, tahun ini juga mencatatkan produksi gula tertinggi.
Selama lebih dari setengah tahun masa giling, PG Rejo Agung Baru berhasil menggiling sekitar 957 ribu ton tebu dengan total produksi gula mencapai 63 ribu ton.
“Jika dibandingkan tahun 2024, jumlah tebu yang digiling meningkat sekitar 17 persen,” ungkapnya.
BACA JUGA:Dugaan Skandal Rp 1,5 Miliar Guncang Madiun: Pejabat Dalihkan Uang Arisan, Ada Apa?
Ke depan, PG Rejo Agung Baru berkomitmen terus meningkatkan kinerja. Salah satunya melalui rencana investasi senilai Rp 40 miliar untuk meningkatkan efisiensi proses giling sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kami akan membangun IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dan cooling tower baru agar limbah yang dihasilkan benar-benar memenuhi baku mutu dan tidak mencemari lingkungan sekitar,” jelasnya.
Apresiasi juga disampaikan Wali Kota Madiun, Maidi. Ia menilai peningkatan produksi gula di PG Rejo Agung Baru tetap sejalan dengan komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan Kota Madiun.
BACA JUGA:Gali Freitas Tampil Luar Biasa, Cetak Dua Gol di Babak Pertama untuk Persebaya
“Kota Madiun tidak boleh kotor. Ternyata Rejo Agung hebat bisa mengikuti itu semua, walaupun produksinya meningkat,” ucap Maidi.
Maidi menegaskan, selama masa giling pihaknya melakukan pemantauan ketat terhadap potensi dampak lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, polusi, pembuangan limbah, hingga lalu lintas truk pengangkut tebu di kawasan kota.
BACA JUGA:UMK Kota Madiun 2026 Diusulkan Naik 7,11 Persen, Tembus Rp 2,59 Juta
“Selama ini saya pantau dan saya kontrol karena ini pintu masuk Kota Madiun. Kondisi ini cukup menggembirakan bahwa Rejo Agung bisa mengikuti perubahan Kota Madiun,” katanya.
Ia berharap keberhasilan PG Rejo Agung Baru tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi petani tebu serta kontribusi positif bagi pembangunan Kota Madiun. (aji/adi)
Sumber:
